Jakarta, Gontornews – Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Ramhawati Husein mengatakan ada 9 dari 114 rumah sakit Muhammadiyah di Indonesia yang diberikan pendampingan rumah sakit aman bencana dalam 10 tahun terakhir.
Dalam acara seminar internasional bertajuk “Comprehensive Safe Hospital: Policy and Practices in Indonesia tersebut, Rahmawati juga menjelaskan jika rumah sakit aman bencana yang dibangun oleh MDMC harus memenuhi 4 standar dan 11 parameter.
“Rumah sakit dikatakan aman bencana apabila memenuhi standar-standar, yaitu memiliki sistem manajemen yang mampu bekerja dalam situasi darurat dan bencana; memiliki sumber daya manusia yang terlatih dalam bidang kebencanaan; memiliki struktur bangunan dan infrastruktur yang aman dari risiko kejadian bencana; dan memiliki kerjasama dan integrasi dengan instansi-instansi daerah dimana rumah sakit berada,” terang Rahmawati sebagaimana dilansir laman Muhammadiyah.or.id, Selasa (24/4).
Diantara rumah sakit Muhammadiyah yang sudah mendapatkan pendampingan kebencanaan adalah RS PKU Muhammadiyah Palembang, RSIJ Pondok Kopi, RS Muhammadiyah Lamongan, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSIA Sitti Khadijah Makassar, RSI Aisyiyah Malang, RS Muhammadiyah Gresik, RS PKU Muhammadiyah Bima, dan RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya.
Terkait laporan tersebut, Kementerian Kesehatan mengapresiasi yang secara khusus merujuk pada kuantitas rumah sakit Muhammadiyah ketimbang rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah.
“Secara kuantitas Muhammadiyah telah mengungguli rumah sakit milik pemerintah dalam pelaksanaan rumah sakit aman bencana,” ungkap Kasubdit Penanganan Gawat Darurat Terpadu Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana.
Senada dengan Sylvana, Berton SP Panjaitan, Kasubdit Kesiapsiagaan Direktorat PRB mengakui bahwa Muhammadiyah sudah banyak membantu dalam upaya-upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di bidang kesehatan.
“Apresiasi sebesar-besarnya kami berikan kepada Muhammadiyah atas kiprahnya dalam pengurangan risiko bencana di bidang kesehatan, khususnya melalui rumah sakit aman bencana,” pungkas Berton.
Acara tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, dan juga dihadiri oleh Ketua MDMC Budi Setiawan. [Mohamad Deny Irawan]





















