Leipzig, Gontornews – Sebauh penelitian yang diterbitkan oleh Helmholtz Centre for Environmental Research – UFZ mengungkapkan bahwa jika penanggulangan perubahan iklim tidak dibenahi dan berada diangka kenaikan suhu mencapai 3 derajat celcius, maka hal tersebut dapat mempercepat kekeringan di sebagian besar wilayah di Benua Eropa.
Penelitian yang melibatkan sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat, Belanda dan Inggris menyebut kekeringan, akibat kenaikan suhu sebesar 3 derajat celcius, dapat meluas dari ‘hanya 13 persen menjadi 26 persen wilayah Eropa.
Melalui kesepakatan Paris untuk perlindungan iklim, Eropa menetapkan batas kawasan kekeringan akibat kenaikan suhu hingga 19 persen. Akibatnya, 400 juta orang akan terpengaruh kekeringan tersebut.
“Jika terjadi pemanasan tiga derajat, kita asusikan akan terjadi 5,6 bulan masa kekeringan dalam setahun. Saat ini, kekeringan yang terjadi pada 2,1 bulan per tahun. untuk beberapa bagian di Semenanjung Iberia, kami memproyeksikan bahwa kekeringan bisa terjadi lebih dari tujuh bulan,” kata Ahli Hidrologi UFZ, Dr Luis Samaniego sebagaimana dilansir Science Daily.
Senada dengan Samaniego, Dr Stephan Thober, koleganya, juga menjelaskan bahwa kekeringan akan menyebabkan air tanah menurun hingga 35.000 milimeter hingga kedalaman 2 meter. Dengan kata lain, tidak akan ada lagi 35.000 meter kubik air per satu kilometer persegi tanah,” ungkap Thober.
Di sisi lain, pemanasan global yang meningkat sebesar 1,5 derajat saja, telah menyebabkan 3,2 bulan kekeringan per tahun di wilayah Mediterania serta menyebabkan penurunan kadar air tanah sekitar delapan milimeter.
Meski demikian, ilmuwan UFZ menggarisbawahi bahwa sejumlah wilayah di Eropa tidak akan mengalami dampak langsung seperti apa yang dialami wilayah Mediterania.
“Wilayah Atlantik, Continental, Pengunungan Alpine, akan mengalami kekeringan kurang dari 10 persen dari total area,” kata Thober.
“Di sini juga, musim panas akan terasa lebih kering di masa mendatang dari pada yang telah terjadi sejauh ini,” tambah Thober.
Terakhir, Samaniego meminta peran masyarakat untuk menekan risiko penyebaran kekeringan lebih lanjut di Eropa.
“Dampak pemanasan global dapat dikurangi dengan beberapa penyesuaian teknis. Meski, ini mahal,” pungkas Samaniego sambil berujar bahwa penerapan tujuan kesepakatan Paris untuk perlindungan iklim menjadi solusi untuk mengurangi efek negatif kekeringan di Eropa. [Mohamad Deny Irawan]





















