Jakarta, Gontornews — Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang. Menghadapi itu, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat di kantor MUI Pusat Jakarta (30/01) untuk bersikap dalam Pemilu 2019 ini.
Terkait pemilu 2019 ini, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Din Syamsuddin mengatakan karena MUI sebagai lembaga keagaman sekaligus mitra strategis pemerintah yang berkhidmat melayani umat, MUI tidak akan berposisi mendukung ataupun tak mendukung salah satu pasangan calon manapun.
“MUI sebagai lembaga keagamaan akan terus bertausiyah, dalam amar maruf nahi munkar, menyampaikan pesan-pesan khususnya dari agama Islam,” ucap Din di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu, (30/01). Dalam pemilu tahun ini, MUI juga meminta agar umat Islam terus menguatkan persatuan dan kesatuan.
Dikatakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin, umat Islam tak boleh terpecah hanya karena berbeda pilihan dalam pemilu. “Perbedaan pilihan tidak boleh menyebabkan rusaknya ukhwah Islamiyah. Tidak boleh terganggu hanya karena pesta demokrasi lima tahun sekali ini,” tutur Didin di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu, (30/01).[Muhammad Khaerul Muttaqien]


















