Pangkalpinang, Gontornews – Kongres Halal Internasional 2022 yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi ditutup Rabu (15/6) malam di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Kongres ini merupakan salah satu bentuk dukungan MUI kepada pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia pada tahun 2024 mendatang.
Kongres bertema “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia” itu menghasilkan sembilan resolusi. Berikut isi sembilan Resolusi Halal Dunia yang dibacakan oleh Sekretaris Steering Committee Rofiqul Umam Ahmad dalam Penutupan Kongres.
Pertama, meningkatkan percepatan pengembangan Industri Halal dan Pariwisata Halal sebagai Pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional dan global pascapandemi. Salah satunya melalui gerakan bersama menjadikan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka Dunia mulai tahun 2024, menempati rangking pertama sektor Halal Food pada Global Islamic Economy Index tahun 2023, dan menempati rangking pertama pada Global Muslim Travel Index tahun 2023 dan mencapai ranking 10 besar dalam wisata ramah muslim di Global Islamic Economy Report 2023.
Kedua, mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, profesional, berintegritas termasuk menyunjung etika. “Kami mendukung sertifikasi halal sesuai standar Syariah Governance, yaitu fatwa MUI, yang mengikuti standar mutu Internasional bagi Lembaga Sertitikasi Halal dan patuh pada standar mutu internasional laboratorium pengujian halal, untuk meningkatkan keberterimaan produk halal dalam perdagangan global.”
Ketiga, bersepakat untuk melakukan Gerakan Bersama antara Pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal baik di tingkat nasional dan internasional.
Keempat, meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar Industri Halal dan Pariwisata Halal, di semua jenjang Pendidikan terutama perguruan tinggi, sebagai kontribusi nyata bidang Pendidikan mendukung Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.
Kelima, mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi antarunsur supply dalam ekosistem halal yang terdiri dari partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance dan social finance agar diperoleh konektivitas dan dependency yang kuat untuk peningkatan nilai tambah dan akeelasrasi tumbunya produk halal yg kompetitif berorientasi pasar nasional dan ekspor.
Keenam, mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digitaI di setiap tahapan halal value chain untuk mempercepat dan menguatkan integrasi unsur ekosistem Industri Halal dan Ekonomi Keuangan Syariah.
Ketujuh, mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal termasuk UMKM serta Kawasan Industri Halal untuk merangsang pertumbuhan produk berorientasi ekspor dan pelaku industri pariwisata halal.
Kedelapan, mendorong percepatan perkembangan Wisata Halal dengan mempertahankan inklusivitas sebagai arus utama tujuan wisata untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintahan & Media) menggunakan tolok ukur global dan praktik unggulan dalam industri pariwisata khususnya industri pariwisata halal sehingga tercipta pariwisata halal yang berkelanjutan secara nasional dan global.
Kesembilan, mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar sehingga peningkatan pertumbuhan perdagangan produk halal dan pariwisata halal dapat terus meningkat.
Sementara itu Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Marsyudi Syuhud menyampaikan harapannya agar sembilan resolusi Kongres Halal Internasional 2022 tersebut bisa membumi dan berjalan sesuai harapan.[]






















