Sumenep, Gontornews — Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan pada Ahad (13/11/2022) merayakan acara, “Resepsi Kesyukuran 70 Tahun Ponpes Al-Amien Prenduan”. Kepada Gontornews.com, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani menuturkan bahwa acara ini dimulai sekitar pukul 08.00 pagi.
Dalam sambutannya, Pimpinan serta Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan tersebut menjelaskan bahwa hari ini adalah hari puncak dari rentetan acara Resepsi Kesyukuran Pondok yang telah dimulai sejak bulan Mei 2022 lalu.
Kiai bersyukur dan berterima kasih, serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada siapa pun yang telah berjasa khususnya para pendiri dan pengembang Ponpes Al-Amien. Kemudian rasa terima kasih juga dihaturkan kepada alumni yang sudah hadir dalam acara tersebut.
Alhamdulillah, terkumpul dari seluruh dunia sekitar sepuluh ribu alumni yang telah ikut meramaikan acara Reuni Akbar Alumni al-Amien Sedunia di hari sebelumnya. “Saya sangat terharu atas ketulusan dan khidmah sebagai alumni, santri seumur hidup. Mudah-mudahan diberkahi antum semuanya, aamiin,” tutur putra sulung almarhum KH Mohammad Tidjani Djauhari MA itu.
Ditambahkannya bahwa terhitung dari tanggal 10 November 1952 Ponpes Al-Amien Prenduan pertama kali didirikan oleh KH Ahmad Djauhari Chotib. Didirikan sekolah ini terinspirasi dari sekolah terdahulunya seperti Madrasah Thawalib, lalu madrasah Mua’llimin yang terinspirasi dari Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Bahkan sampai putra-putranya disekolahkan semuanya ke Gontor,” terang KH Fauzi. Inilah apresiasi penghormatan tertinggi, sambung sang kiai, terhadap sistem pendidikan Gontor. Ketiga anak pendiri Al-Amien yang disekolahkan ke Gontor tersebut yaitu KH Moh. Tidjani Djauhari MA, KH Idris Djauhari, dan KH Maktum Djauhari MA.
Setamat ketiga bersaudara ini dari Gontor, dimulailah fase kedua perkembangan Al-Amien menjadi pesantren modern. Ketiganya kemudian diamanahi untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren hingga ketiganya wafat.
Estafet kepemimpinan pesantren ini kemudian diserahkan kepada generasi selanjutnya yaitu Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA selaku Pimpinan Pesantren dan Dr KH Ghozi Mubarok Idris MA sebagai Wakil Pimpinan Pesantren. Kedua pemimpin muda tersebut juga turut dibantu oleh lima orang anggota Dewan Riasah Pesantren.
Pada napak tilas Ponpes Al-Amien itu, KH Fauzi Tidjani melanjutkan bahwa tahun 1985 adalah titik awal Pondok Al-Amien mulai menasional. Pondok Al-Amien mulai dikenal luas masyarakat negeri bermula sejak para kiai Gontor memerintahkan 600 orang calon santri Gontor yang tidak lulus ujian masuk Gontor untuk berangkat menuju Al-Amien Prenduan.
Setelah menyantri di sana, diantara mereka ada yang meneruskan mondok di Al-Amien, ada juga yang kembali ke Gontor pada tahun berikutnya. Sejak itulah, ratusan Capel Gontor meneruskan di Al-Amien dan hingga saat ini jumlah santri dan santriwati mencapai sekitar 10.000 orang.
Dalam momentum kesyukuran tersebut, panitia setempat juga berhasil menerbitkan Warta Singkat, Buku 70 Tahun Al-Amien Prenduan yang berisi histori perjalanan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dari tahun 1952 hingga 2022. <Edithya Miranti>





















