Ponorogo, Gontornews — Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan nasihat kepada peserta Musyawarah Besar (MUBES) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor di Aula Rabithah, Pondok Modern Darussalam Gontor, 6 September 2017. Berikut transkripnya:
- Saya mulai pidato ini dengan hamdalah, sebagaimana Rasulullah SAW memulai khutbah dan pidatonya dengan tahmid, bukan salam. Kemudian tahmid saya ikuti dengan salam. Dan salam yang terbaik adalah salamnya Islam. Tidak ada salam yang lebih sempurna, lebih suci, lebih layak daripada salamnya Islam. Di dalamnya ada βsalamβ, βkasih sayang Allahβ, dan βbarakah dari Allahβ. Maka βAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhβ tidak sama denganΒ good morningΒ ataupun salam lainnya.
- Jangan salah dalam meletakkan toleransi. Contoh salah dalam toleransi; suatu hari ada penampilan Ludruk, sebuah penampilan seni komedi dengan bahasa Jawa, lalu ada orang yang tidak mengerti bahasa Jawa tertawa. Dia lalu ditanya, βApakah kamu paham?β dan dia menjawab βTidakβ. βLalu kenapa tertawa?β, dia menjawab βToleransiβ. Ini model toleransi apa? Ini toleransi tanpa pemahaman.
- Berbuat baiklah dan tidak perlu khawatir dengan ucapan orang. Kalau kamu berbuat baik dan kamu bukan maling, tapi ada orang yang mengatakan bahwa kamu maling, pasti orang itu adalah maling.
- Jangan sekali-kali meninggalkan identitas. Jangan tinggalkan identitasmu sebagai seorang muslim. Manusia meninggalkan identitas, namanya binatang.
- Dunia ini sudah keenakan berselimut. Saatnya dunia bangun.Β Yaa ayyuhal muddatstsirβ¦ Banyak orang yang keenakan karena punya gaji, punya titel, punya jabatanβ¦ keenakan berselimut penghormatan, berselimut uang, sehingga takut mengatakan βqumβ, apalagi mengatakan βfaandzirβ.
- Saat ini yang diperlukan adalah kecerdasan nurani, bukan kecerdasan otak lagi. Saat ini perempuan tidak diperbolehkan malu lagi dan laki- laki tidak diperbolehkan bertanggung jawab lagi. Madzhab yang dipakai bukan lagiΒ batiniyyah, tapiΒ bathniyyah.
- Pondok pesantren adalah unik, dan Gontor adalah unik dari yang unik. Dan IKPM bukan organisasi ikut-ikutan. IKPM termasuk organisasi pelopor. Maka IKPM juga jangan sekedar ikut-ikutan.
- Jangan berhenti untuk amar maβruf nahi munkar. Ingatlah perintah Allah dalam Surat Al-Anfaal ayat: 25, βDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.β
- Berbuatlah, sekecil apapun itu.Β Laa tahqiranna mina-l-maβruufi syaiβan walaw an talqaa akhaaka biwajhin thalqin
- Kyai itu bukan (sekedar) mengatur kehidupan pesantren, tapi mendidik kehidupan pesantren. [Rep: Taufiq Affandi / Ed: Mujib Abdurrahman / Foto: Falah]






















