Jenewa, Gontornews – Sebagai bagian dari NATO, Amerika Serikat (AS) selalu siap untuk memperingatkan Rusia tentang apa yang terjadi di Ukraina. Meskipun kedua negara memiliki hubungan yang kurang baik, namun AS yakin bahwa ada satu titik di mana AS dan Rusia bisa bekerja sama.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengatakan pihaknya akan siap terlibat dalam urusan Rusia dan Ukraina, dan akan terus mendesak Rusia untuk mau melanjutkan diskusi mengenai maslaha kedua negara.
“Bersama-sama, Amerika Serikat dan sekutu NATO kami menegaskan, kami tidak akan menutup pintu pada kebijakan pintu terbuka NATO, kebijakan yang selalu menjadi pusat aliansi NATO sebagai aliansi defensif semata-mata,” katanya dikutip aa.com
Dalam sebuah Konferensi Pers, usai pertemuan Dewan NATO-Rusia, Sherman mengatakan NATO adalah aliansi defensif yang ada untuk melindungi negara-negara anggota dan tidak mencari konfrontasi.
Hal itu disampaikan sebagai tanggapan atas tuntutan Rusia yang mengatakan bahwa aliansi tidak boleh berkembang ke arah timur menuju Moskow setelah pembicaraan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov yang juga seorang diplomat veteran.
Beberapa lalu, Kedua negara telah mengadakan pembicaraan soal keamanan di Jenewa, yang rencananya akan dilanjutkan hari ini, Kamis (13/1) dengan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), di mana Ukraina adalah anggotanya.
“Saat kita berbicara, Rusia telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasan Ukraina, dalam pembangunan militer yang tidak beralasan,” kata Sherman.
Ia juga mengatakan Moskow telah menggunakan retorika yang semakin agresif dan menyebarkan propaganda dan disinformasi yang menuduh NATO selalu mencari konflik.
“Perlu diulangi bahwa Rusia yang menginvasi Ukraina pada 2014. Rusia yang terus mengobarkan perang di Ukraina timur yang telah merenggut hampir 14.000 nyawa warga Ukraina, dan sekarang tindakan Rusia, yang menyebabkan krisis baru tidak hanya untuk Ukraina tetapi juga untuk seluruh Eropa dan bagi kita.” ungkapnya
AS, tambahnya secara langsung akan bertindak jika Rusia menginvasi Ukraina lebih lanjut. Jika hal itu dilakuka Rusia maka akan ada biaya dan konsekuensi yang signifikan jauh melampaui apa yang mereka hadapi pada tahun 2014.
“Namun, jika Rusia benar melakukan itu maka akan sangat jelas, mereka tidak pernah serius mengejar diplomasi sama sekali. Itulah sebabnya kami secara kolektif mempersiapkan selamanya untuk setiap kemungkinan,” tegasnya’[Devi]


















