Beograd, Gontornews — Pasukan penjaga perdamaian NATO (KFOR) memantau dengan cermat situasi di perbatasan antara Serbia dan Kosovo ketika ketegangan meningkat di wilayah itu dalam satu dekade, yang dipicu oleh pertikaian soal plat nomor mobil.
Sebagaimana dilansir dw.com, pasukan NATO di Kosovo telah meningkatkan patroli mereka di perbatasan utara dekat Serbia.
Itu terjadi setelah Serbia mengerahkan kendaraan lapis baja di penyeberangan perbatasan ketika etnis Serbia di Kosovo memprotes keputusan pemerintah Kosovo mengenai plat nomor mobil.
Serbia tidak mengenali Kosovo maupun plat nomornya dan mengharuskan pengemudi dari Kosovo untuk melepasnya dan membeli atau menggantinya saat mengemudi melalui Serbia.
Demikian juga, Kosovo memilih untuk memberlakukan tindakan serupa, menuntut pengemudi Serbia di Kosovo membayar €5 ($5.85) untuk plat nomor sementara di Kosovo selama dua bulan.
Etnis Serbia di Kosovo utara bereaksi dengan kemarahan pekan lalu. Mereka memblokir jalan dan dua penyeberangan perbatasan ke Serbia sementara Serbia mengerahkan kendaraan lapis baja dan pesawat militer terbang melintasi perbatasan. Maka terjadilah ketegangan terburuk dalam satu dekade di wilayah itu.
Ketegangan meningkat pekan lalu di perbatasan antara Kosovo dan Serbia ketika Kosovo mengerahkan polisi tambahan untuk menerapkan aturan menghapus plat nomor Serbia dari mobil yang memasuki Kosovo, sementara orang Serbia memprotes langkah tersebut.
NATO mengatakan pihaknya “memantau dengan cermat situasi di seluruh Kosovo” dan bekerja “untuk memastikan lingkungan yang aman dan terjamin serta kebebasan bergerak bagi semua komunitas.” Aliansi milter itu juga telah menerbangkan helikopter di perbatasan selama sepekan terakhir untuk mengawasi perkembangan. []






















