10
Tonton Selengkapnya
32 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 13 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Negara Kardus

Oleh Supriadi S.Kom, Aktivis Dakwah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 December 2018
in Kolom
0
Negara Kardus

foto: detiknews

BACA JUGA

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan kardus sebagai kotak suara menuai pro-kontra. Di dunia maya para netizen berbeda pendapat. Ada yang pro dan tidak sedikit yang kontra mengenai kotak yang terbuat dari kardus yang tertutup rapat dilengkapi dengan gembok dan diberi logo KPU.
Menanggapi pro-kontra ini, Ketua KPU Arif Budiman menjelaskan, penggunaan kardus yang kemudian disebut sebagai karton kedap air ini bukan kali pertama. Pada Pemilu 2014, Pilkada 2015,  2017 dan 2018, juga sudah digunakan.  Arief juga mempertegas bahwa penggunaan kotak suara dari karton itu karena melihat negara lain pun menggunakannya. Harganya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan aluminium, sebagaimana dikutip detikcom.
Protes terhadap KPU ini berseliweran di medsos dengan berbagai macam bentuknya. Ada yang menggunakan meme, komentar singkat, dan tidak sedikit membuat tulisan panjang bahkan melakukan analisis material. Membandingkan  material berbahan kardus dengan aluminium dari sisi kimia.
Pro-kontra ini tak lepas dari anggaran pemilu yang aduhai: 24,9 triliun rupiah. Jauh lebih besar dari anggaran Pemilu sebelumnya yang hanya 9 triliun rupiah. Tapi mampu membuat kotak suara dari aluminium. KPU beralasan bahan kardus sama kuatnya dengan aluminium.
Menarik untuk disimak bukan dari sisi perbandingan bahan atau material. Apalagi analisis dari segi kimia yang sudah sangat jelas dipaparkan antara kualitas aluminium dan kualitas kardus. Namun penulis tertarik mengkaji cara berfikir para penguasa yang makin sini makin tidak masuk akal.
Setidaknya komentar-komentar dari pemangku kekuasaan itu menjadi sebuah gambaran bagi kita bahwa kualitas dan cara berfikir para penguasa ini tidak lebih baik dari kualitas dan cara berpikir orang awam. Komentar-komentar atau penjelasan-penjelasan mereka kadang-kadang lucu dan tidak logis.
Kelemahan suatu negara itu tergantung dari cara berpikir para penguasa, para pemangku jabatan. Artinya, sebuah negara akan mengalami kemajuan atau kebangkitan tergantung bagaimana cara berpikir para pemimpinnya. Jika cara berpikir para pemimpinnya seperti model penguasa saat ini,  maka sudah barang tentu bisa kita tebak seberapa hebat kualitas sebuah negara.
Islam sebagai agama yang sempurna, dengan kesempurnaan ajarannya yang mencakup berbagai perkara. Termasuk konsep bernegara, yang dikenal selama berabad-abad lamanya sejak Rasulullah mendirikan negara Islam pertama kali di Madinah yang kemudian dikenal sebagai Khilafah Islam. Yang kemudian berlanjut dengan pimpinan seorang khalifah. Mulai dari masa Abubakar, Umar,  Usman dan Ali, radiyallahu anhum ajmain dan berlanjut hingga bani Ummayah, Abbassiyah dan Ustmaniyah. Khilafah Islam merupakan negara yang kuat, menjamin kesejahteraan dan melindungi rakyatnya tanpa membedakan ras, suku, dan agama.
Kuatnya negara khilafah tidak lepas dari kuatnya pemikiran yang lahir dari Islam yang agung. Kekuatan pemikiran Islam yang lahir dari aqidah Islam inipun kemudian disadari oleh kaum kuffar,  maka serangan bertubi diarahkan untuk menghantam bagian ini.
Di era Ustmaniyah mereka melancarkan perang misionaris atau yang dikenal sebagai gowzu tabsyir,  perang pemikiran yang berusaha meragu-ragukan umat Islam akan ajarannya dan disusupkan pemikiran barat yang dibalut dengan aksi sosial dan pendidikan. Perang inipun membuahkan hasil yang pada akhirnya umat slam mengalami kelemaan sampai pada titik negara pesakitan,  puncaknya terjadi penghapusan khilafah pada 3 Maret 1924.
Negara yang memiliki kualitas atau cara berpikir rendah maka negara tersebut akan menjadi negara yang lemah,  pesakitan, lembek mudah dikoyak, hancur lebur seperti mudah rusaknya sesuatu yang berbahan kardus.
Hal ini bisa kita lihat dengan jelas pada negara yang berpijak pada pemikiran dasar sekulerisme,  negara-negara penganut ideologi kapitalisme dengan berbagai bentuknya seperti demokrasi, kekaisaran,  kerajaan,  juga negara yang berpijak pada pemikiran dasar materialisme seperti sosialisme dan komunisme,  sebetapun hebatnya kemajuan yang mereka gapai sejatinya kemajuan atau kebangkitannya semu.
Hal ini disebabkan karena ideologi ini berasal dari pemikiran manusia yang terbatas,  serba lemah dan tidak mengetahui hakikat di balik pemikirannya itu. Wajar bila kemudian manusia menjadi objek percobaan dalam lahirnya undang undang dan kebijakan yang berujung pada kerusakan dan kesengsaraan.
Allah SWT sudah menjelaskan mengenai hal ini dalam ayatnya yang mulia dalam surat at Taubah: 109
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍۢ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Demikianlah Allah SWT menjelaskan. Bangunan itu, termasuk negara, akan menjadi negara yang kuat ketika berpijak kepada dasar yang kuat,  dasar yang kuat itu adalah taqwa,  taqwa lahir dari aqidah Islam.
Sebaliknya negara yang tidak didasari taqwa,  ideologi apapun namanya maka akan menjadi negara yang lemah,  bahkan lebih lemah dari kardus.  Wallahua’lam. []

 

Tags: KardusKhilafahKPUNegara
Share39Tweet24Send
Previous Post

Dilaporkan Kapitra, SBY Tantang Balik

Next Post

MUI: Poligami Ada dalam Ajaran Islam

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

0
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Hadirkan Program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Hadirkan Program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor

0
Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

0
BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

0
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

0
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Hadirkan Program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Hadirkan Program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor

12 June 2026
Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

11 June 2026
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

11 June 2026
BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

11 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result