Dhaka, Gontornews — Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mendorong negara-negara Islam untuk memaksimalkan potensi pemuda di masing-masing negara. Terkhusus, PM Hasina mendorong para pemuda untuk berperang melawan Covid-19 serta membangun pondasi dunia yang tangguh di masa depan.
“Para pemuda memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari pengambilan keputusan dengan melibatkan ide dan inovasi yang mereka miliki,” kata PM Hasina saat meresmika Konferensi Virtual OIC Youth Capital 2020, Senin (27/7).
OIC atau Organisasi Konferensi Islam (OKI merupakan platofrm organisasi negara-negara Islam di dunia. OKI menghimpun aspirasi dari 1,8 Miliar orang dengan sepertiganya merupakan berasal dari kaum muda.
Selain itu, PM Hasina juga menyerukan upaya bersama untuk melindungi lingkungan dalam rangka membendung pandemi di masa mendatang. “Kami telah mengamati bahwa orang-orang yang hidup di lingkungan yang asri dapat memerangi pandemi dengan lebih baik,” ucapnya.
“Kita harus bersama untuk menegakkan aturan-aturan dasar lingkungan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbuh PM Hasina sebagaimana dilansir Anadolu.
Pada saat yang bersamaan, Jaksa Agung sekaligus Menteri Kehakiman Gambia, Dawda A Jallow berkenan untuk memberikan sambutannya. Secara khusus, Jallow menjelaskan tentang bagaimana aksi genosida terhadap komunitas Rohingya di Myanmar.
Sebagaimana diketahui, Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung Gambia sebelumnya, Abubacar Tambadou, mendorong Mahkamah Internasional untuk menjerat Myanmar dengan tuduhan genosida terhadap etnis Rohingya.
Sebanyak 250 pesert hadir dalam pertemuan tahunan ini. 100 orang berasal dari Bangladesh sementar 150 peserta lainnya berasal dari negara-negara anggota OKI yang ambil bagian dalam pagelaran OIC Youth Capital 2020 di Dhaka, Bangladesh. [Mohamad Deny Irawan]




















