Madinah, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam rangkaian agenda Festival Budaya Bangsa-Bangsa yang diadakan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Kamis (11/5). HNW, sapaan akrabnya, menyampaikan orasi ilmiah di Assalam Hall, Kampus Universitas Islam Madinah, di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan juga pimpinan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.
Dalam orasinya, HNW memberikan pandangan tentang nilai-nilai yang dialaminya, baik ilmiah, historis dan strategis yang juga dapat mereka timba saat kuliah di Universitas Islam Madinah, dan itu semua berdampak positif bagi mahasiswa sesudah mereka pulang ke negeri masing-masing. Karena mereka berada di Universitas Islam Madinah, kampus internasional yang dihuni oleh belasan ribu mahasiswa, dari seratus lebih negara, dengan budaya dan potensi yang sangat beragam, kampus yang juga menyediakan fasilitas yang sangat memadai sejak dosen, sistem pendidikan, perpustakaan, dll.
Apalagi para mahasiswa berada di Kota Madinah, Kota Nabi yang sangat menyejarah, fenomenal dan inspiratif. Karenanya pengalaman mengenyam pendidikan Islam dan menimba ilmu pengetahuan di Universitas Islam Madinah sangat penting dihayati dan dimaksimalkan sebagai bekal untuk memajukan peran diri di tengah masyarakat, serta membangun jembatan kerjasama antarbudaya dan bangsa, dan membuktikan bahwa ilmu keislaman yang dipelajari di Universitas Islam Madinah memang sangat bermanfaat bagi umat, moderat, dan perwujudan dari rahmatan lil alaminnya Islam.
“Saya bersyukur belajar dan menjadi alumni Universitas Islam Madinah, kampus yang menghadirkan suasana keilmuan dan interaksi antarbudaya dan antarbangsa, secara kondusif, ilmiah, dan bermanfaat, sehingga setelah tamat dan kembali ke Indonesia, saya bisa berkhidmat kepada umat, bangsa dan negara, sebagai Pimpinan MPR dan DPR, dosen di kampus, da’i dan khatib, pimpinan berbagai ormas Islam nasional, anggota Majelis Tinggi Liga Muslim Dunia (Mekkah), anggota Dewan Penasihat Pusat Raja Abdullah bin Abdul Aziz untuk Kebudayaan dan Kerjasama Antaragama dan Budaya (Vienna), dan oleh karenanya saya berharap para mahasiswa bisa mengulangi dan melanjutkan peran menyejarah ini dengan maksimalisasi potensi yang ada di Universitas Islam Madinah yang juga perlu terus maju meneruskan peranan positif yang sudah dirasakan manfaatnya oleh umat di seluruh dunia, termasuk oleh kami di Indonesia,” demikian disampaikan HNW ini melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (16/5).
Festival Budaya Bangsa-Bangsa adalah acara tahunan yang diadakan oleh Universitas Islam Madinah. Acara ini menampilkan keanekaragaman budaya dari berbagai negara, dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi dari berbagai disiplin untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Selama festival, HNW yang juga merupakan anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Luar Negeri ini juga mengunjungi stand Indonesia yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia di bawah bimbingan KJRI di Jeddah. Stand Indonesia kali ini menampilkan beragam budaya Indonesia, khususnya Aceh, dengan berbagai penampilan dan pameran yang menunjukkan kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia.
“Saya sangat berbangga melihat mahasiswa kita menyukseskan kegiatan di kampusnya, dengan menampilkan budaya Indonesia di tengah budaya bangsa-bangsa, dengan penuh semangat dan dedikasi. Ini adalah bukti bahwa para mahasiswa mengapresiasi nilai-nilai dan budaya negara masing-masing, sehingga tetap hidup dan berkembang di hati para mahasiswa di Universitas Islam Madinah, untuk menghadirkan kontribusi dan karya-karya mereka yang lebih baik saat nanti mereka menjadi alumni, dan pulang ke masing-masing negara,” tegasnya.
Dalam rangka kunjungan yang berlangsung pada 9-14 Mei 2023 ini, HNW juga mendapat kehormatan diterima oleh Rektor dan Wakil Rektor Universitas Islam Madinah, Arab Saudi; Pangeran Prof Dr Mamdouh bin Saud bin Thunayan Al Saud.
HNW mengapresiasi penjelasan dari Rektor Universitas Islam Madinah yang mengalami perkembangan pesat, baik dengan sudah dibukanya berbagai fakultas nonagama, sistem pendidikan yang makin modern, penambahan jumlah mahasiswa, termasuk untuk program pascasarjana, termasuk akan diterimanya calon mahasiswa untuk program pascasarjana sekalipun bukan dari lulusan dari Universitas Islam Madinah sendiri.
Dalam kesempatan itu, HNW juga mengapresiasi perhatian tinggi dari Pimpinan Universitas terhadap alumni, termasuk proporsi penerimaan untuk mahasiswa program pascasarjana, termasuk pentingnya peningkatan kerjasama antaruniversitas dan antarlembaga antara Indonesia dengan Arab Saudi, terutama dengan peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa serta bagaimana agar pendidikan dan pengajaran yang diterima di Madinah dapat bermanfaat sebagai instrumen untuk mempromosikan pemahaman Islam yang moderat, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara asal mahasiswa,” tegas HNW.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini menyampaikan bahwa partisipasi aktif mahasiswa Indonesia dalam Festival Budaya Bangsa-Bangsa di Universitas Islam Madinah adalah suatu bentuk komitmen dari mahasiswa Indonesia berkolaborasi dengan KJRI untuk mempromosikan produk dan budaya Indonesia di panggung internasional. Acara ini juga merupakan kesempatan bagi HNW untuk bertemu dan berdialog dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara untuk saling membagikan pengetahuan dan pengalaman Indonesia dengan negara-negara lainnya.
“Ini cara kita, mahasiswa dan alumni Universitas Islam Madinah, untuk membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah tidak mempunyai masalah budaya dan program festival budaya-budaya bangsa, sehingga bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang mayoritas mutlaknya beragama Islam adalah negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya dan tradisi untuk menjadi keteladanan dalam menerapkan nilai-nilai kemajuan budaya, kerjasama dan persaudaraan antarbangsa, dan toleransi serta moderasi yang diajarkan oleh Islam, sebagaimana diajarkan di Universitas Islam Madinah,” tutup HNW. []





















