Karachi, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Pakistan memutuskan untuk mengajukan bantuan kepada Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-bangsa dengan mosi untuk mengutuk perlakuan India setelah mereka mencabut status khusus Kashmir. Terkait permintaan bantuan ini, Pakistan mendapatkan bantuan dari sekutunya, Cina.
“Saya telah berbagi (informasi) dengan Cina bahwa Pemerintah Pakistan telah memutuskan untuk membawa masalah (Kashmir) ini ke Dewan Keamanan PBB. Kami membutuhkan Cina di sana,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi sebagaimana dilansir Reuters.
“Cina mendukung penuh Pakistan,” tambah Qureshi saat melakukan konferensi pers di Karachi, Sabtu (10/8) waktu setempat.
Selain Cina, Pakistan tengah mendekati Indonesia dan Polandia, dua negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, untuk memberi dukungan kepada Pakistan.
Sebelumnya, Pemerintah India memutuskan untuk membatalkan hak negara yang memungkinkan wilayah Kashmir memiliki undang-undang sendiri serta memberikan keluangan bagi para penduduk non-Kashmir untuk membeli properti di wilayah tersebut.
Akibat kebijakan Pemerintah India tersebut, hubungan telekomunikasi di Kashmir ditangguhkan dan 300 pemimpin Kashmir ditahan dan dilarang melakukan peretmuan publik demi mencegah pembrontakn yang mungkin terjadi di wilayah sengketa India dan Pakistan tersebut.
“Setiap kami memeluk India, mereka (seolah) memotong leher kami),” ungkap sebuah tulisan dalam poster di salah satu masjid di Kashmir.
Pakistan lantas merespon dengan membatalkan transportasi yang menghubungkan antara Lahore dan New Delhi di India. Tidak hanya itu, Pakistan juga menghentikan perdagangan bilateral hingga mengusir duta besar India untuk Pakistan. [Mohamad Deny Irawan]





















