Lahore, Gontornews — Pemerintah Pakistan, Jumat (10/02/2023), mengirimkan paket bantuan bagi korban gempa di Turki Selatan melalui pesawat militer Turki. Secara pribadi, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengantar 100 ton bantuan kemanusiaan seperti tenda, makanan dan selimut di Bandara Internasional Allam Iqbal di Lahore.
Dalam sambutannya, PM Shehbaz mengatakan pemerintah dan 220 juta warga Pakistan mendukung saudara-saudara mereka di Turki. “Ini adalah bencana besar yang melanda negara saudara kita. Tapi, dengan rahmat Allah swt, bangsa Turki yang kuat dan tangguh akan keluar dari situasi yang sulit ini,” kata PM Shehbaz sebagaimana dilansir Yeni Safak.
Pada kesempatan ini pula, Pakistan juga mengirimkan 42 ton bantuan ke Turki melalui dua penerbangan Pakistan Internasional Airlines. Pesawat Turki lainnya akan mendarat di bandara Lahore untuk mengambil 50 ton bantuan lainnya.
Pemerintah dan badan amal Pakistan telah mengirim bantuan dan tim penyelamat ke daerah yang terdampak gempa. Para relawan asal Pakistan membantu tim penyelamat setempat untuk melakukan upaya penyelamatan yang sedang berlangsung.
Dari dalam negeri, PM Shehbaz telah membentu komite yang dipimpin oleh Menteri Perencanaan dan Pembangunan Pakistan, Ahsan Iqbal, untuk mengoordinasikan serta mengawasi pengumpulan dana serta penyaluran barang bantuan untuk korban di Turki dan Suriah.
Tidak hanya itu, para warga Pakistan juga melakukan doa khusus bagi para korban di Turki selama pelaksanaan shalat Jumat berlangsung pada 10 Februari 2023.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Turki menjadi ironi tersendiri bagi Pakistan yang saat ini dilanda krisis ekonomi dan terancam bangkrut. Mereka mengalami krisis neraca pembayaran karena terpaksa harus membayar utang luar negeri di tengah situasi kekacauan politik dan keamanan yang terus memburuk.
Cadangan devisi Pakistan bahkan turun hingga menjadi hanya 3,1 miliar dolar Amerika Serikat. Sejumlah pengamat menyebut cadangan devisi tersebut hanya cukup untuk membiayai biaya impor kurang dari tiga pekan ke depan. Sementara itu, mata uang Rupee berada dalam rekor terendah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. [Mohamad Deny Irawan]






















