Islamabad, Gontornews — Setidaknya tiga orang tewas dan 28 lainnya luka-luka setelah sebuah bom meledak di sebuah masjid di kota Quetta, Pakistan barat. Ledakan itu terjadi di dalam sebuah masjid sebelum shalat Jumat dimulai.
Seperti dirilis Aljazeera, kepala polisi kota Abdul Razzaq Cheema mengatakan, setidaknya tiga orang yang terluka berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu pejabat polisi setempat, Tauseef Farman, mengatakan sebuah alat peledak meledak di sebelah mimbar khotib/imam. Sang khotib termasuk di antara mereka yang tewas.
Daerah itu segera ditutup oleh petugas keamanan tak lama setelah ledakan. Satuan penjinak bom sedang melakukan penyelidikan, kata Cheema.
Rekaman video dari tempat kejadian menunjukkan puing-puing dari ledakan yang berserakan di dalam masjid. Langit-langit masjid terserak di lantai.
Quetta adalah ibukota Balochistan, provinsi terbesar dan berpenduduk paling sedikit di Pakistan yang juga kaya sumberdaya mineral dan bahan bakar.
Dalam beberapa tahun terakhir, di kota ini kerap terjadi serangan yang diklaim oleh separatis Baloch, Taliban Pakistan dan afiliasi lokal dari ISIL atau ISIS.
Pekan lalu, setidaknya empat polisi tewas ketika kendaraan mereka menjadi sasaran ledakan ketika mereka berjaga di luar masjid selama shalat tarawih.
Pada 12 Mei, penyerang separatis Baloch menyerbu sebuah hotel bintang lima di kota pelabuhan selatan Gwadar, menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang prajurit Angkatan Laut.
Di Balochistan, saat ini sedang dibangun sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pelabuhan di Gwadar, sebagai bagian dari proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) senilai $ 60 miliar. Ini sebuah usaha patungan antara pemerintah Pakistan dan China. [RM]





















