Islamabad, Gontornews — Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, meminta kepada Sekretaris Jenderap PBB, Antonio Guterres, agar mengintervensi kasus bom Kashmir.
Ia khawatir efek ketegangan antara Pakistan-India akan meluas ke berbagai masalah hingga ancaman penggunaan kekuatan militer antara kedua negara.
“Dengan perasaan mendesak, saya ingin menggambarkan tentang memburuknya situasi keamanan di wilayah kami yang diakibatkan oleh ancaman kekuatan terhadap Pakistan dan India,” kata Shah Mahmood Qureshi dalam suratnya kepada Antonio Guterres sebagaimana dilansir Reuters.
“PBB harus turun tangan dalam meredakan ketegangan ini,” tambah Qureshi.
Lebih lanjut, Qureshi mengelukan langkah India yang menuduh Pakistan terlibat dalam peledakan bom Kashmir.
“Mengaitkan (bom Kashmir) dengan Pakistan sebelum melakukan investigasi adalah tindakan yang tidak masuk akal.”
“India perlu melakukan investigasi yang terbuka dan kredibel atas insiden yang terjadi di Pulwama tersebut,” cetus Qureshi.
Sebelumnya, sebuah bom bunuh diri berhasil menewaskan 44 pasukan paramiliter India di Kashmir, Jumat (15/2). Kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM) mengaku sebagai pihak bertanggung jawab atas serangan paling mematikan sepanjang satu dekade terakhir itu.
“Kami menuntut Pakistan untuk menghentikan dukungannya terhadap teror dan kelompok teroris yang beroperasi di wilayahnya, membongkar seluruh bangunan diduga markas teroris untuk melancarkan serangannya di negara-negara lain,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri India.
Tidak tinggal diam, Pakistan pun menolak anggapan tersebut seraya mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden memprihatinkan tersebut.
“Kami sangat menolak setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh sejumlah elemen pemerintahan India serta kalangan media yang berusaha menghubungkan serangan tersebut dengan Pakistan tanpa upaya penyelidikan,” balas Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak tanggapan India soal insiden bom Kashmir.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, pun mengutuk tindakan yang disebutnya sebagai tindakan pengecut.
“Saya mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia,” kata Modi dalam akun twitter nya. [Mohamad Deny Irawan]






















