Ramallah, Gontornews — Ratusan warga Palestina di Tepi Barat (yang diduduki Israel) memprotes rencana perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat. Mereka turun ke jalan menjelang pertemuan puncak yang disponsori AS di Bahrain di mana Washington diperkirakan akan mengungkap perinciannya.
Dimulai pada hari Selasa (25/6), pertemuan di Manama akan membahas penyelesaian konflik Palestina-Israel, dengan memberikan bantuan finansial kepada Palestina.
Pertemuan dua hari, yang dipimpin oleh Jared Kushner, menantu dan penasihat senior Presiden AS Donald Trump, diboikot oleh kepemimpinan Palestina.
Para pemimpin Palestina mengatakan pertemuan itu menghindari penyelesaian politik yang didasarkan pada solusi dua negara. Mereka menggambarkannya sebagai upaya naas oleh pemerintah AS dan beberapa sekutu Timur Tengahnya – termasuk Israel dan beberapa negara Arab – untuk “melikuidasi” Palestina.
Sejumlah negara Arab, termasuk Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, mengirim delegasi ke pertemuan tersebut.
“Beberapa negara Arab akan berpartisipasi dengan perwakilan tingkat rendah. Berpartisipasi berarti mendukung konspirasi terhadap hak-hak rakyat Palestina,” kata Issa Qaraqae, tokoh senior Fatah, partai yang berkuasa di Tepi Barat, kepada Aljazeera.
“Kami menyerukan kepada masyarakat Arab untuk bangkit dan mengambil sikap tegas untuk mendukung rakyat Palestina menolak konspirasi ini,” tandas Qaraqae. [RM]






















