Rangkasbitung, Gontornews — Pondok Pesantren Modern (PPM) Darel Azhar Rangkasbitung, Banten, kembali menunjukkan eksistensinya dalam pembinaan santri melalui prestasi nonakademik. Para pesilat Darel Azhar meraih Grand Champion pada Kejuaraan Pencak Silat Kabupaten (Kejurkab) yang digelar di Rangkasbitung, Selasa (10/2/2026).
Dalam kejuaraan ini, Tim IBELDA Darel Azhar meraih: 1) Juara Umum II kategori Pra Remaja, 2) Juara Umum I kategori Remaja, 3) Juara Umum II kategori Dewasa, dan 4) Grand Champion Pencak Silat Piala Bonne Triyana 2026.
Selain raihan kolektif, salah satu atlet Darel Azhar, Ust. Muhammad Dharies Permana Al-Hafidz, dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Tingkat Dewasa.
βHal ini menegaskan kualitas pembinaan atlet yang dilakukan secara berkesinambungan,β ujar Pimpinan PPM Darel Azhar Rangkasbitung, Dr KH Ikhwan Hadiyyin MM.
Sebelumnya para pesilat Darel Azhar memperoleh Grand Champion pada International Muslim Pencak Silat dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Gontor pada 19 September 2025 di Tangerang.
Kiai Ikhwan menuturkan, prestasi ini merupakan buah dari proses panjang pembinaan yang menekankan disiplin, kesungguhan, kesabaran, dan mentalitas juang. Latihan rutin sejak setelah shalat Shubuh, pengorbanan waktu istirahat di siang dan sore hari, serta konsistensi dalam menjaga ibadah, akhlak dan sportivitas menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter santri Darel Azhar. βHal ini terbukti bahwa para santri pesilat yang profesional nyaris tidak pernah terjadi bullying di asrama,β paparnya.
Namun demikian, capaian ini tidak dipahami sebagai tujuan akhir. Bagi Darel Azhar, Kejurkab hanyalah gerbang awal menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi. Hasil yang diraih menjadi bahan evaluasi dan pemacu semangat untuk menghadapi agenda berikutnya, yakni Popda dan Porprov Banten 2026, yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang lebih matang untuk menuju tingkat nasional dan international.
Atas prestasi ini Kiai Ikhwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, pembina, serta keluarga besar pesantren yang senantiasa mendukung proses pembinaan mental para santri melalui ajang ini. Dengan prinsip βproses lebih utama daripada hasilβ, Darel Azhar terus berkomitmen melahirkan santri yang kuat jasmani, matang mental, luhur akhlak, dan siap berkhidmat untuk umat dan bangsa, demi menghadapi Indonesia Emas Berkeadaban tahun 2045. []





















