Kuala Lumpur, Gontornews — Kontrol Pergerakan Malaysia, Movement Control Order (MCO), Sabtu (3/7/2021) mulai membuahkan hasil. Setidaknya. lima negara bagian Malaysia mulai merenggangkan aturan pembatasannya mulai 5 Juli 2021 mendatang. Kelima negara bagian tersebut yakni Kelantan, Terengganu, Perak, Pahang dan Perlis.
Berbicara selama konferesi pers dengan Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan lima negara tersebut muali beralih ke fase-2 dari rencana pemulihan nasional.
Kelima negara tersebut dimungkinkan untuk membuka kembali sejumlah aktifitas bisnis seperti pembukaan toko alat tulis, komputer, buku hingga toko telekomunikasi. Meski demikian, pemerintah belum mengizinkan perpindahan masyarakat antar daerah selama fase ini.
“Perjalanan antara daerah maupun antar negara masih terlarang. Tetapi, guru dan siswa dapat mengikuti ujian tahun ini dan dapat melakukan perjalanan masuk ke sekolah,” ungkap Ismail Sabri sebagaimana dilansir Channel News Asia.
“Bisnis dan sektor-sektor penting juga dapat meningkatkan jumlah karyawan hingga 80 persen total karyawan. Tetapi pengusaha perlu memastikan bahwa aturan jarak sosial dan prosedur operasional harus tetap dipatuhi,” imbuhnya.
Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, menjelaskan bahwa paramater transisi dari berbagai fase pemulihan akan bermula dari negara bagian. Parameter yang pemerintah terapkan untuk transisi antar fase adalah rerata kasus harian, angka hunian unit perawatan intensif (ICU) serta tingkat vaksinasi.
Berbeda dengan pemberlakukan MCO sebelumnya, pemerintah berharap transisi lebih awal dari daerah akan lebih cepat.
“Penyempurnaan ini merupakan sarana untuk memberikan otonomi, insentif dan harapan kepada setiap negara bagian untuk terus memutus rantai penularan, meningkatkan angka vaksinasi sehingga mereka bisa bertransisi ke fase berikutnya,” jelas Tengku Zafrul.
Pada Sabtu, Malaysia mencatat penambahan 6.658 kasus baru dengan 3.047 terkonfirmasi di negara bagian Selangor. Secara nasional, Malaysia mencatat lebih dari 770.000 kasus positi Covid-19 secara nasional. [Mohamad Deny Irawan]























