London, Gontornews — Anggota parlemen Inggris, Lord Nazir Ahmed meminta semua pihak untuk menghormati Nabi Muhammad SAW, Selasa (27/10). Menurutnya, seluruh umat Islam di dunia mencintai Rasulullah melebihi cinta terhadap orang tua mereka.
Pernyataan ini terlontar menyusul pertikaian antara pemerintah Prancis dengan sejumlah negara Muslim dunia. Pertikaian ini muncul setelah pria asal Ceko, Abdullakh Anzorov memenggal kepala Samuel Paty yang merupakan gurunya. Anzorov berdalih tindakannya merupakan respons atas penayangan kartun Nabi Muhammad SAW, yang dilampirkan gurunya, sebagai bagian dari kebebasan berekspresi di Prancis.
“Nabi Muhammad SAW merupakan kehormatan bagi kami: hampir 2 miliar Muslim dunia mencintainya lebih dari orang tua mereka. Hormati Nabi kami seperti kami menghormati Musa dan Isa,” kata Lord Nazir Ahmed dan akun Twitter yang dilansir Anadolu.
Awal bulan ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyatakan bahwa Islam merupakan krisis bagi Prancis. Kabarnya, Macron juga berencana meperketat hukum terkait potensi tindakan separatisme Islam di Prancis.
Tak hanya itu, Macron bahkan bersumpah untuk mengizinkan penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi di Prancis. Sesuatu yang mendapatkan tentangan dari sejumlah kalangan Muslim dunia.
Langkah kontroversial Macron ini senada dan seiring sekata dengan langkah provokatif majalah satir asal Prancis, Charlie Hebdo. Charlie Hebdo merupakan majalah satir asal Prancis yang pernah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Penerbitan ini sekaligus memicu kemarahan masyarakat Muslim dunia. [Mohamad Deny Irawan]



















