Yerusalem, Gontornews — Pasukan Israel menyerang jemaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsha pada 11 Agustus, melukai setidaknya 37 orang, menurut seorang pejabat Palestina.
“Sejumlah warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di dalam kompleks masjid Al-Aqsha,” kata Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Endowmen Keagamaan yang dikelola oleh Yordania di Yerusalem.
“Warga Palestina terluka ketika mereka mencegah pemukim Yahudi menyerbu masjid,” tambahnya.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, 37 warga Palestina terluka setelah pasukan Israel menyerang para jemaah dengan peluru karet, gas air mata dan pentungan.
“Para jemaah terluka sedang dan 14 dari mereka dikirim ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut,” tambahnya.
Sebelumnya pada 11 Agustus, polisi Israel mencegah pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsha, media Israel melaporkan.
Polisi mencatat kehadiran puluhan ribu jamaah Palestina dan kemungkinan bentrokan.
Wakaf Islam di Yerusalem memutuskan untuk menunda waktu shalat Idul Adha menjadi pukul 7.30 pagi (jam 04.30 GMT) bukannya 6.30 pagi untuk mengantisipasi serangan.
Organisasi-organisasi Yahudi ekstremis, yang dikenal luas sebagai kelompok-kelompok Temple Mount, menyerukan penggerebekan besar-besaran terhadap Al-Aqsha selama pekan ini.
Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967.
Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang “abadi dan tak terbagi”.
Yerusalem adalah tempat suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. [RM]





















