Srinagar, Gontornews — Pasukan keamanan India menutup sebagian besar wilayah kota Srinagar di Kashmir untuk mencegah protes besar warga Kashmir terhadap kebijakan India yang mencabut status khusus bagi wilayah di kawasan Himalaya tersebut.
Kemarahan warga Kashmir semakin memuncak dikala Pemerintah juga membatasi otonomi bagi negara bagian Jammu dan Kashmir. Tidak hanya itu, kebijakan Pemerintah India yang membatasi hubungan komunikasi juga memicu kemarahan warga Kashmir.
“Kami menginginkan kebebasan, bukan menjadi bagian dari India ataupun Pakistan,” kata seorang wanita berusia 18 tahun, Asifa, sebagaimana dilansir Reuters.
“(Perdana Menteri India, Narendra) Modi berbohong kepada orang-orangnya bahwa penghapusan status khusus bagi Kashmir baik bagi masyarakat Kashmir. (Terkait kebijakan tersebut) kami akan melawannya sampai nafas terakhir kami,” tegas Asifa menambahkan.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-India. Sedangkan dukungan terhadap Pakistan semakin keras manakala helikopter memantau dari atas langit Kashmir.
Tidak hanya itu, warga Kashmir juga melempari batu secara sporadis kepada para pasukan penjaga India yang berjaga-jaga di Kashmir.
“Ada beberapa insiden pelemparan batu yang tidak diketahui,” ungkap keterangan resmi dari Kementerian Dalam Negeri India yang juga menyebut bahwa protes tersebut tidak terlalu signifikan bagi Pemerintah.
“Di Srinagar, dengan tetap mempertimbangkan gerakan terorisme, aksi militan serta unsur-unsur pengganggu ketertiban umum dan perdamaian, pembatasan yang diberlakukan (oleh militer India) adalah wajar terkhusus di daerah-daerah sensitif seperti di Srinagar,” tambah pernyataan Kementerian Dalam Negeri India.
Hingga hari Senin (12/8) waktu setempat, banyak warga Kashmir yang berkumpul di masjid dalam jumlah besar, yang diprediksi mencapai puluhan ribu warga Kashmir.
Pemerintah India bahkan meminta kepada warga Kashmir tidak shalat Idul Adha di dekat lokasi tempat tinggal dan tidak mencoba untuk pergi ke masjid di sekitar wilayah Srinagar.
Sementara itu, terkait pemutusan hubungan telokomuniasi, Pemerintah India menetapkan untuk memutus seluruh hubungan internet, gawai, sambungan telepon. Mereka juga menitikberatkan bahwa pergerakan warga serta konflik di Kashmir terpusat di wilayah Srinagar, setidaknya, dalam satu minggu terakhir. [Mohamad Deny Irawan]






















