Sanaa, Gontornews – Pasukan Koalisi yang dipimpin Arab Saudi berhasil menyerang Kamp Pasukan Oposisi, Houti di Ibukota Sanaa. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengintensifkan serangan udara terhadap kelompok pemberontak di Yaman tersebut.
Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA) bahwa pasukan koalisi yang mendukung pemerintahan Yang diakui secara internasional itu, berhasil menghancurkan gudang senjata milik Houti di kota itu.
“Operasi di Sanaa merupakan tanggapan langsung terhadap upaya untuk menghentikan transfer senjata dari kamp Al-Tashrifat di Sanaa,” katanya dalam sebuah pernyataan, Ahad (26/12).
Arab Saudi telah lama menuduh Iran memasok senjata canggih kepada Houthi dan mengirimkan perwakilan Hizbullahnya untuk melatih para pemberontak, namun tuduhan tersebut selalu dibantah Teheran.
Serangan udara itu menewaskan tiga warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
Sebelumnya, Sabtu (25/12), pasukan koalisi meluncurkan operasi militer “skala besar” terhadap Houthi setelah rudal yang ditembakkan oleh pemberontak menewaskan dua orang di kerajaan itu, kematian pertama dalam tiga tahun.
Negara Yaman telah masuk dalam krisis berkepanjangan sejak meletusnya perang saudara antara kelompok pemberontak Houti yang menguasai sebagian besar wilayah utara dengan Pemerintahan Yaman yang didukung oleh Koalisi pimpinan Saudi.
Akibat perang itu puluhan ribu orang telah tewas, dan sebagian berusaha meninggalkan negara itu. PBB menggambarkan kondisi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. PBB memperkirakan perang Yaman akan menewaskan 377.000 orang pada akhir tahun, secara langsung dan tidak langsung.
Program Pangan Dunia PBB mengatakan terpaksa memotong bantuan ke Yaman karena alasan kekurangan dana, dan memperingatkan lonjakan kelaparan di negara itu.
Lebih dari 80 persen penduduk Yaman yang berjumlah sekitar 30 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan.[Devi]






















