Aden, Gontornews — Pasukan Pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi negara-negara Muslim merebut kembali markas tentara di bandara Aden dari pemberontak pada Rabu (6/7) setelah baku tembak yang menewaskan lebih dari 20 orang.
“Tentara dan pasukan khusus telah kembali menguasai markas itu setelah mengusir para pemberontak, beberapa di antaranya tewas dalam pertempuran itu,” kata Komandan Pangkalan Umum Nasser Sarie kepada wartawan.
Tidak ada data resmi jumlah korban tewas. Tapi sebuah sumber mengatakan, sedikitnya enam tentara pemerintah dan sekitar 20 penyerang militan tewas dalam pertempuran itu.
Laporan sebelumnya mengatakan, sedikitnya 10 tentara tewas oleh dua bom mobil di pintu masuk kantor pusat sebelum menembus pangkalan.
Para penyerang mengenakan seragam militer, kata sumber militer seperti dikutip arabnews.com.
Serangan Rabu itu terjadi ketika umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.
Pasukan keamanan di Aden telah diserang berulang kali oleh kelompok Daesh (ISIS) dan Al-Qaeda.
Kota pelabuhan Aden kini berada di bawah kendali pasukan pemerintah setelah setahun dikuasai pemberontak Houthi yang telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman.
Al-Qaeda dan Daesh telah memanfaatkan kekosongan kekuasaan akibat konflik antara pemerintah dan pemberontak yang berupaya memperluas kekuasaannya di Yaman bagian selatan dan tenggara. [Rusdiono Mukri]



















