Ankara, Gontornews — Persiapan pasukan Turki yang akan dikirim ke Azerbaijan telah selesai menyusul persetujuan parlemen, kata Kementerian Pertahanan Turki.
Dalam pernyataan tertulis pada 22 November, kementerian mengatakan bahwa pembicaraan tentang rincian teknis pembentukan dan prinsip-prinsip tugas pusat bersama untuk memantau gencatan senjata di Nagorno Karabakh yang akan dibentuk dengan Rusia sedang berlangsung.
“Dalam konteks ini, Mehmetçik (tentara Turki) akan bekerja selama satu tahun di pusat gabungan yang akan didirikan dengan Federasi Rusia dan dalam semua kegiatan yang akan dilakukan oleh pusat ini. Persiapan pasukan kita untuk diberangkatkan ke wilayah itu sudah selesai,” bunyi pernyataan itu dikutip Hurriyetdailynews.com.
Kementerian juga menegaskan kembali bahwa Turki akan terus mendukung Azerbaijan untuk “kasus yang sah”.
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu menandatangani nota kesepahaman untuk pembentukan misi bersama guna memantau pelaksanaan gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan sejalan dengan kesepakatan 9 November antara kedua negara itu.
Sebagai akibat dari konflik bersenjata selama enam pekan, Armenia menerima kekalahan tersebut dan berjanji untuk menarik diri dari wilayah Azerbaijan yang diduduki sejak awal 1990-an. Rusia telah menengahi kesepakatan tersebut dan akan memainkan peran penting di Nagorno-Karabakh dengan penempatan 2.000 pasukan perdamaian.
Pasal 5 dari kesepakatan itu menetapkan perlunya mengawasi gencatan senjata yang akan dilakukan oleh pasukan Turki dan Rusia. []






















