New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Kamis (27/07/2023), memperingatkan era mendidih global telah tiba. Guterres menyebut, bulan Juli telah ditetapkan sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat di bumi.
“Perubahan iklim benar-benar terjadi di sini. Itu menakutkan dan itu baru saja permulaan. Era pemanasan global telah berakhir, era mendidih global telah tiba,” kata Guterres dari markas besar PBB di New York.
“Pemimpin harus memimpin, tanpa keraguan dan tanpa alasan. Tidak perlu lagi menunggu orang lain bergerak lebih dulu dan tidak ada lagi waktu itu,” sambungnya sebagaimana dilansir Anadolu.
WMO dan biro cuaca Uni Eropa, Copernicus, menyatakan bulan Juli berpotensi sebagai bulan dengan suhu terpanas sepanjang sejarah.
Guterres meminta dunia untuk mengatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius guna membatasi perubahan iklim yang paling buruk.
Perjanjian Iklim Paris pada tahun 2015 bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga jauh di bawah 2 Celcius, atau sekitar 1,5 derajat Celcius. Paling tidak, Guterres mendesak negara-negara untuk mengurangi emisi mereka hingga setengahnya pada tahun 2030 dan turun menjadi emisi nol pada tahun 2050.
“Kami membutuhkan target pengurungn emisi nasional baru yang ambisius dari anggota G20,” ucap Guterres.
“Tidak ada lagi greenwashing. Tidak ad alagi penipuan dan tidak lagi distorsi yang kejam dari undang-undang anti-trust untuk menyabotase aliansi emisi nol. Buktinya, ada di mana-mana: umat manusia telah melepaskan kehancuran dan ini tidak boleh menimbulkan keputusasaan. Kita masih bisa menghentikan yang terburuk,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]




















