Washington, Gontornews — Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan PBB mendesak semua pihak untuk mengakhiri pertempuran di Nagorno-Karabakh, perbatasan antara Armenia-Azerbaijan. PBB menyayangkan pertempuran tersebut menyusul jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
“Dewan Keamanan PBB menyatakan keprihatinannya atas masuknya laporan mengenai aksi militer beskala besar di sepanjang garis konflik Nagorno-Karabakh,” kata DK PBB, Kamis (30/9).
“Mereka mengutuk keras penggunaan kekerasan dan menyesali hiangnya nyawa serta korban dari penduduk sipil,” ungkap pernyataan yang dilansir Anadolu tersebut.
“Anggota Dewan Keamaan menyatakan dukungan penuh terhadap peran sentral dari OSCE Minsk Grup. DK juga mendesak agar kedua belah pihak bekerja sama untuk melakukan dialog tanpa syarat,” ucapnya.
Sebagai informasi, bentrokan di wilayah perbatasan Nagorno-Karabakah pecah Ahad (27/9) pagi. Hubungan Azerbaijan-Armenia, dua negara bekas Uni Soviet, bersitegang sejak tahun 1991. Ketegangan terjadi setelah Armenia melakukan pendudukan Nagorno-Karabakh yang menjadi wilayah resmi Azerbaijan.
Akibat insiden berdarah tersebut, Dwan Keamanan PBB maupun Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang mendesak dua negara untuk menarik pasukan dari wilayah tersebut.
OSCE Minsk Grup merupakan grup yang dipimpin oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat yang terbentuk pada tahun 1992 guna meredakan konflik di Nagorno-Karabakh. Kesepakatan gencatan senjata terjadi pada tahun 1994.
Selain DK PBB, Prancis, Rusia dan NATO juga menyerukan penghentian segala bentrokan di wilayah pendudukan. [Mohamad Deny Irawan]





















