Gaza City, Gontornews — Jalur Gaza menjadi salah satu daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia, menurut PBB. Penduduk Jalur Gaza mencapai dua juta jiwa dengan lahirnya bayi laki-laki bernama Waleed di wilayah Palestina, Rabu (13/10).
“Sekarang ada lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza setelah Waleed Shaath lahir tadi malam di Rafah di Gaza selatan,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Palestina Iyad Bezm seperti dilansir 124news.
Sebuah statistik baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Gaza, Palestina, menunjukkan kelahiran seorang anak di wilayah itu cukup tinggi. General Administration for Civil Affairs (GACA) juga mencatat terdapat 4.983 kelahiran selama September lalu.
Tercatat, total keseluruhan dari penduduk yang berada di jalur pantai itu hampir mencapai 2 juta orang pada tahun ini. Penduduk Jalur Gaza kini 50.66 persen laki-laki dan 49,34 persen perempuan. PBB menyebut, Jalur Gaza, sebuah daerah kecil terjepit di antara Mesir, Israel dan Laut Mediterania dengan lebar hanya 12 kilometer (7,5 mil), memiliki kepadatan penduduk tertinggi di dunia.
Ini karena terdapat sedikitnya 4.661 orang yang mendiami per 1 kilometer per segi tanah di kawasan tersebut. PBB tahun lalu memperingatkan, kawasan tersebut bisa jadi akan menjadi ”tak layak huni” pada tahun 2020.
Dikatakan dengan populasi tertinggi, tapi kondisi sosial ekonomi di Gaza tak sesuai dengan harapan penduduknya. Hal ini akibat penjajahan atas Israel sejak 1967, ketika Israel menguasai wilayah tersebut tidak hanya menghujani wilayah tersebut dengan bom, Israel juga memblokade Gaza dengan dalih mencegah masuknya bahan yang dapat digunakan untuk tujuan militer.
Badan Kerja dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pernah mensurvei angka kematian bayi di Gaza selalu meningkat dikarenakan minimnya fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan peralatan medis karena Palestina terisolasi dari dunia luar setelah diblokade Israel.
Apalagi sejak 2008, militan Israel dan Palestina di Gaza telah melewati tiga perang. [Ahmad Muhajir/Rus]


















