Jakarta, Gontornews — Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) melalui Rabithatul Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) menyelenggarakan program inkubasi (pembekalan) bagi santri calon penerima beasiswa pendidikan di Maroko. Ketua RMI PBNU, KH Hodri Arif, mengatakan program ini merupakan agenda tetap RMI dalam program Globalizing Santri.
“Beasiswa PBNU-Maroko ini tidak hanya untuk kepentingan NU, tetapi untuk bangsa dan negara secara umum,” kata Kiai Hodri sebagaimana dilansir NU Online.
Kiai Hodri menjelaskan bahwa program pembekalan bertujuan untuk membekali serta meningkatkan potensi intelektual santri. Meski demikian, para santri peserta pembekalan telah mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang ditetapkan RMI PBNU bersama Kerajaan Maroko.
Program beasiswa ini merupakan sinergi antara PBNU dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko di bidang Pendidikan. Kiai Hodri menambahkan pada tahun 2023 ini, program inkubasi diikuti oleh 40 santri calon penerima beasiswa PBNU-Maroko. Kegiatan ini akan berlangsung selama 1 bulan, terhitung sejak 15 Juli 2023 hingga 15 Agustus 2023.
“(Program) ini merupakan kerja sama PBNU dengan Kerajaan Maroko. (Program) ini kita niatkan agar mereka bisa menjadi orang-orang yang ahli dalam ilmu agama. Mereka memiliki kemampuan luar biasa sebelum karena seleksi mereka didasarkan pada kemampuan mereka sendiri,” sambung Kiai Hodri.
Beberapa materi pembekalan yang diberikan RMI PBNU kepada para peserta di antaranya: penguatan Bahasa Arab, Bahasa Prancis. Selain itu, ada pula dan penguatan keagamaan mulai Ilmu Tafsir hingga Ilmu Mantiq.
“Materi yang akan diajarkan penguatan bahasa Arab bersam native, penguatan bahasa Prancis, penguatan keagamaan meliputi Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Mustolah Hadits, Ilmu Fiqh, Ilmu Usul Fiqh, Ilmu Nahwu dan Shorof, Ilmu Balaghoh dan ilmu Mantiq,” ujar Muhammad Iqbal, pengurus RMI PBNU sekaligus Tim Seleksi Beasiswa Maroko PBNU 2023. [Mohamad Deny Irawan]






















