Jakarta, Gontornews — Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) memastikan bahwa pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) di LAZISNU atau NU Care mengikuti aturan agama yaitu transparan, amanah dan profesional. Selain pedoman keagamaan, Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Bahar, menegaskan organisasi yang ia pimpin juga mengikuti petunjuk para ulama seperti Rais βAm PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
βNU itu kan nahdhah, jadi kebangkitan ulama. Yang kita lakukan semua itu harus sesuai dengan karakter sebagai ulama, sehingga yang kita jalankan selalu berpegang teguh pada aturan agama,β ungkap Habib Ali Bahar dalam talkshow Kepercayaan Publik dan Good Amil Governance yang diselenggarakan NU Online bersama NU Care-LAZISNU, Senin 3 April 2023.
Ia berharap, petunjuk para ulama akan semaksimal mungkin mereka kerjakan demi menjadikan LAZISNU PBNU sebagai lembaga filantropi yang unggul.
Habib Ali Bahar menjelaskan NU CARE-LAZISNU termasuk lembaga filantropi di Indonesia dengan jaringan terluas. Karenanya, LAZISNU terus memastikan bahwa pengelolaannya ZIS berjalan secara modern, akuntabel, transparan, amanah dan profesional.
βSemua kita lakukan dengan hasil dari duduk bersama dengan para ahlinya. Untuk memastikan semua program berjalan dengan sebaik-baiknya. Yang menitipkan tahu uangnya dititipkan ke mana dan disalurkan ke mana? Kita tidak main-main, karena di awal kita sampaikan, kita itu LAZISNU, nahdlah, Jadi kita sangat hati-hati, di samping semua rancangan yang kita siapkan,β kata Habib Ali Bahar.
βTidak ada lagi yang tidak diketahui. Semua sangat transparan, sangat terbuka dan kita terus mengembangkan SDM yang dimiliki NU Care-LAZISNU,β tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















