Kabul, Gontornews — Perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban telah bertemu di Kabul untuk pertama kalinya guna membahas pertukaran tahanan yang bertujuan untuk memulai proses perdamaian yang sekarat, kata para pejabat, Rabu (1/4).
Kedua belah pihak bertemu pada hari Selasa dan dijadwalkan untuk bertemu lagi pada hari Rabu untuk pembicaraan lebih lanjut, Kantor Dewan Keamanan Nasional Afghanistan mengatakan di Twitter.
“Kedua pihak mengadakan negosiasi tatap muka tentang pembebasan personil Pertahanan Nasional Afghanistan dan Pasukan Keamanan serta para tahanan Taliban,” kata Dewan Keamanan.
Ini pertama kalinya Taliban diundang ke ibukota Afghanistan untuk bertemu langsung dengan para pejabat pemerintah sejak mereka dijatuhkan dalam invasi pimpinan AS tahun 2001.
Kedua belah pihak telah berbicara sebelumnya dalam konferensi video untuk membahas masalah tahanan.
Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa “tim teknis” berada di Kabul untuk memfasilitasi pertukaran tahanan, dan bukan untuk negosiasi lain.
“Para tahanan yang akan dibebaskan haruslah orang-orang yang namanya ada dalam daftar … itu sebabnya tim teknis kami ada di sana … itu bukan negosiasi, dan tidak akan ada pembicaraan politik di sana,” kata Mujahid.
Amerika Serikat menandatangani perjanjian dengan Taliban pada Februari yang menjanjikan penarikan pasukan AS dan asing dari Afghanistan pada Juli tahun depan, asalkan Taliban memulai pembicaraan dengan Kabul dan mematuhi jaminan lainnya.
Kesepakatan itu menuntut pemerintah Afghanistan – yang bukan penanda tangan perjanjian tersebut – untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban dan kelompok itu harus membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah sebagai imbalannya.
Pertukaran itu seharusnya sudah terjadi pada 10 Maret, ketika pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah akan dimulai.
Namun Kabul telah dicengkeram oleh pertengkaran dan pertikaian politik baru dan masalah pembebasan tahanan tertunda.
Situasi keamanan juga memburuk dengan serangkaian serangan Taliban yang menewaskan sedikitnya 20 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada hari Ahad.
Pada hari Rabu, sebuah bom pinggir jalan menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil termasuk enam anak di Provinsi Helmand, yang oleh pihak berwenang dituduhkan kepada Taliban. []
![Kesepakatan AS-Taliban mengharuskan pemerintah Afghanistan untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban dan kelompok itu harus membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah sebagai imbalannya. [Sorin Furcoi / Al Jazeera]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/taliban.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)


















