Rakhine, Gontornews – Direktur The Arakan Project, Chris Lewa, melontarkan permintaan tokoh agama di Rohingya kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, agar menciptakan perdamaian di Rakhine. Aung San Suu Kyi untuk pertama kalinya mengunjungi Rakhine, Kamis (2/11), atau 10 bulan pascabentrokan antara militer Myanmar dan pasukan bersenjata.
“Dia hanya mengatakan tiga hal kepada setiap orang. Mereka ingin hidup damai, pemerintah akan membantu mereka dan tidak akan ada lagi bentrokan satu sama lain,” kata Lewa mengutip pernyataan pimpinan agama Rohingya sebagaimana dilansir Washington Post, Kamis (2/11).
Lebih dari 600.000 pengungsi Rohingya menyeberang ke Bangladesh demi menyelamatkan diri dari penindasan yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar.
Aung San Suu Kyi yang pernah meraih Nobel Perdamaian terpilih menjadi Presiden pada tahun 2015. Meski demikian, Aung San Suu Kyi tidak pernah benar-benar menjadi pemimpin karena setengah wilayah Myanmar dikuasai oleh militer Burma lebih dari setengah abad.
“Saya berharap segalanya bisa berjalan dengan baik terutama penduduk lokal sebagai upaya membangun kembali.”
“Kami akan mengerahkan segala yang kami punya untuk menciptakan kehidupan yang damai,” pungkas Aung San Suu Kyi. [Mohamad Deny Irawan]




















