Bondowoso, Gontornews — Pondok Pesantren Darul Istiqomah adalah pesantren modern yang didirikan pada tahun 1994 di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sang pendiri ialah KH Masruri Abd Muhit Lc yang merupakan alumnus Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Pondok Modern Gontor, yang kemudian melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah.
Pada tahun 2024 pondok ini berhasil mendirikan Darul Istiqomah Kampus II atau DARIS II di Desa Katelan, Kecamatan Tangen Kab. Sragen, Prov. Jawa Tengah dan telah dibuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Bagi calon santri baru diberikan kebebasan memilih untuk pendaftaran di DARIS I atau DARIS II, dengan segala bentuk prosedur pendaftaran melalui DARIS I.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Farhat Umul Wafa, panitia pendaftaran menginformasikan bahwa PP Darul Istiqomah telah resmi membuka pendaftaran gelombang satu santri baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Sebagai informasi bahwa calon santri yang dapat diterima menjadi santri baru adalah tamatan SD/MI, atau SMP/MTs atau sederajat.
Sedangkan untuk waktu pendaftaran santri baru delombang satu 3 November-21 Desember 2024 dengan waktu tes 22 Desember 2024 jam 08.00 s/d 15.00 WI di Kampus 1 PP Darul Istiqomah, Bondowoso. Pengumuman kelulusan pada tanggal 24 Desember 2024 pukul 13.00 WIB. Daftar ulang 25-31 Desember 2024 dan waktu masuk pondok pada 12 Juli 2025. Jika kuota masih ada akan dibuka pendaftaran gelombang kedua pada 1 Februari–15 Maret 2025. Untuk materi tes sendiri ialah Matematika (Berhitung), Bahasa Indonesia, Pengetahuan Agama dan baca tulis al-Qur’an.
Cara pendaftaran bisa langsung ke tempat pendaftaran dengan membayar uang administrasi dan mengisi formulir administrasi, atau bagi yang berdomisili di luar daerah Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Jember, Banyuwangi dan Bondowoso bisa dengan cara mengirim sms atau WhatsApp ke nomor 085859349948 dengan KETIK : Nama#Org Tua#SD/SLTP# Daerah Asal#Pilihan DARIS 1/DARIS 2/Bebas. Contoh : Ahmad#Hambali#SD#Surabaya#DARIS 2 dan membayar uang pendaftaran serta proses tes via online.
Biaya pendaftaran Rp150.000,- dan biaya daftar ulang Rp3.800.000,- (sudah termasuk uang iuran bulanan selama satu bulan). Semua pembayaran bisa ditransfer ke rekening: Bank BC : 0241236446 a.n Masruri Abd Muhit Lc, Bank Muamalat: 9211901099 a.n Masruri Abd Muhit Lc, atau Bank Mandiri: 1430016006346 a.n Farhat Ummul Wafa. Untuk info lebih jelas bisa menghubungi 08155914354 / 082111888677
atau email: [email protected] atau [email protected], youtube chanel: DARUL ISTIQOMAH BONDOWOSO Facebook: Ponpes Darul Istiqomah instagram: daris_tv.
atau email: [email protected] atau [email protected], youtube chanel: DARUL ISTIQOMAH BONDOWOSO Facebook: Ponpes Darul Istiqomah instagram: daris_tv.
Jenjang pendidikan di dalam PP Darul Istiqomah adalah Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) dengan SK Muadalah Tsanawiyah dari DIRJEN Pendidikan Islam KEMENAG RI No: 4902 dan SK Muadalah Aliyah No: 4903. Tenaga Pendidik terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor dan beberapa universitas Islam dalam dan luar negeri.
Pondok ini juga memliki program tahfidz dengan kategori program tahfizh meliputi: (1) Tahfidz Reguler (Tahfidz TMI) target empat juz sampai tamat TMI (wajib untuk semua santri), (2) Tahfidz Khusus (TMI Tahfidz) dengan target 30 juz sampai tamat TMI (untuk program ini ada test tersendiri setelah lulus test masuk TMI).
Selain itu, di pondok ini semua santri harus tinggal di dalam kampus pondok yang luasnya tidak kurang dari lima hektare, dengan kampus yang terpisah antara kampus putra dan putri. Semua santri pun harus mengikuti disiplin dan peraturan yang ketat, termasuk disiplin berbahasa Arab dan Inggris setiap hari, khususnya bagi santri yang telah belajar selama enam bulan. Iuran wajib perbulan sebesar Rp600.000,- dengan rincian Rp350.000,- untuk makan tiga kali sehari,Rp200.000,- untuk pondok dan sekolah, dan Rp50.000,- untuk listrik dan air.
Alumni PP Darul Istiqomah bisa diterima di perguruan tinggi negeri atau swasta dalam dan luar negeri seperti Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Negeri, Universitas Muhammadiyah, Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas Islam Madinah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, dan lain-lain. [Edithya Miranti]


















