Bogor, Gontornews — Pengawas SD dan TK Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Syamsiyah, SPd, MM, membuka kegiatan Insantama Market Day (IMD) SDIT Insantama Leuwiliang, Bogor, Selasa (26/11/2024). IMD merupakan agenda rutin SDIT Insantama Leuwiliang yang diadakan setiap semester, yang bertujuan memperkenalkan cara bisnis Rasulullah SAW kepada para siswa.
“Insantama Market Day ini adalah ajang pembelajaran bagi anak-anak, yang salah satunya mengajarkan kejujuran,” ujar Syamsiyah saat membuka acara IMD di halaman SDIT Insantama Leuwiliang, Bogor, Selasa (26/11/2024).
Menurut Syamsiyah, IMD tidak hanya mengajarkan kejujuran kepada para penjual, tapi juga kepada para pembeli. “Penjual dan pembeli harus sama-sama jujur,” paparnya di depan para siswa, guru, dan tamu undangan.
Juga hadir pada kesempatan itu perwakilan dari Koramil dan Kecamatan Leuwiliang. “Pak Komandan Koramil dan Pak Camat tidak bisa hadir karena persiapan Pilkada,” ujar Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang Ir H Ahmad Soim kepada gontornews.com.
Menurut Ustadz Soim, ada banyak pelajaran bagi para siswa pada kegiatan IMD. “Ada banyak pembelajaran yang diintegrasikan dalam kegiatan IMD ini. Di antaranya belajar berhitung, belajar mandiri dan belajar berwirausaha,” terang alumni IPB University itu.
Selain itu, melalui kegiatan IMD ini para siswa juga belajar tentang keimanan terhadap rezeki. Rezeki itu datang dari Allah.
Ketua Yayasan itu bertanya kepada para siswa saat acara pembukaan IMD, apakah keuntungan yang diperoleh penjual sama semuanya? Tentu tidak. Padahal mereka sama-sama menjual. Itu menunjukkan bahwa rezeki itu datang dari Allah. “Kita hanya diwajibkan berusaha untuk mendapatkan rezeki, tidak boleh berpangku tangan,” tandasnya.
Pada kegiatan IMD ini, para siswa kelas 1 dan 2 berperan sebagai pembeli. Sebagai pembeli, mereka diperkenankan membawa uang Rp35 ribu untuk berbelanja. Mereka mendapat kesempatan pertama untuk berbelanja secara mandiri. Tanpa didampingi oleh orangtuanya. “Ini salah satu pembelajaran kemandirian buat anak-anak,” papar Ustadz Soim.
Sedangkan siswa kelas 3, 4 dan 5 berperan sebagai penjual. Mereka berjualan aneka makanan, minuman, peralatan tulis dan kantor (ATK), produk-produk makanan/minuman, dan lain-lain. “Mereka belajar menjadi pedagang secara mandiri. Mereka akan menghitung hasil jualannya, termasuk menghitung labanya, secara mandiri dan melaporkannya kepada gurunya,” ujar Ustadz Soim.
Pada kegiatan IMD bertema “Berniaga ala Rasulullah, Raih Hidup Lebih Berkah” ini, para siswa kelas 6 belajar menjadi pengelola IMD. Mereka menjadi manajemen kegiatan ini dengan bimbingan gurunya. []


























