Amsterdam, Gontornews — Pengadilan Belanda memutus Geert Wilders, seorang politisi anti-Islam, bersalah karena telah menebar kebencian dalam pidatonya di sebuah kampanye tahun 2014.
Saat itu ia bertanya kepada para pendukungnya, apakah mereka ingin “lebih sedikit atau banyak orang-orang Maroko di kota Anda dan di Belanda”, kerumunan berteriak “sedikit! sedikit!” dan Wilders dengan tersenyum menjawab: “Kami akan mengatur itu.”
Atas putusan itu Wilders mengatakan, ketiga hakim yang menjatuhkan putusan itu “membenci” Partai Kebebasan-Kanannya (PVV). “Tiga hakim membenci PVV,” tulisnya dalam tweeter tak lama setelah putusan itu dijatuhkan. Wilders sendiri memboikot persidangan itu.
Jaksa, yang menolak pernyataan Wilders bahwa sidang itu bermotif politik dan upaya tidak adil untuk membatasi haknya untuk kebebasan berbicara, telah menuntut hukuman denda 5.000 euro kepada Wilders. Tapi tidak menuntut hukuman penjara.
Saluran TV berita Belanda RTL melaporkan, Wilders akan mengajukan banding. Ia ngotot tidak bersalah. “Saya akan terus berbicara tentang kebenaran, termasuk tentang masalah Maroko. Tidak ada hakim, politisi atau teroris yang akan menghentikan saya.”
Sebelumnya, upaya untuk menuntut Wilders karena pernyataan anti-Islamnya, seperti menyamakan agama dengan Nazisme dan menyerukan larangan al-Qur’an, berakhir dengan vonis bebas pada tahun 2011.
Melalui pernyataan-pernyataan kontroversial dengan dalih kebebasan berbicara, telah membuat popularitas Wilders meningkat. [Rusdiono Mukri]





















