Cox’s Bazar, Gontornews – Palang Merah Bangladesh (PMB) melaporkan, puluhan ribu lebih pengungsi Rohingya hidup dalam keadaan memprihatinkan. Terlebih, wilayah Cox’s Bazar merupakan daerah rawan angin topan. Parahnya lagi, para pengungsi Rohingya berbagi tenda satu sama lain.
Dalam keteranganya, PMB sebagaimana dilansir Dakha Tribune, Selasa (21/3), menjelaskan bahwa sekitar 75 ribu pengungsi Rohingya di negara bagian Rakhine tiba di Bangladesh sejak Myanmar menerapkan operasi militer Oktober tahun lalu.
PMB menyebutkan, pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar membutuhkan makanan, air bersih, perlengkapan harian serta obat-obatan.
“Kebanyakan mereka tidak memliki akses pelayanan medis yang rutin dan tidak mendapatkan makanan dengan gizi yang cukup,” kata Azmat Ulla, ketua Palang Merah Bangladesh.
“Tempat penampungan juga menjadi masalah besar. Banyak dari mereka yang tinggal di tempat yang tidak layak. Kita perlu meningkatkan dukungan karena bulan depan (wilayah ini) mulai memasuki musim banjir dan topan,” tambahnya.
Wilayah Cox’s Bazar, tiap bulan April-Desember, sering dilanda banjir dan topan sehingga menyebabkan evakuasi masal masyarakat yang berasal dari pesisir di dataran rendah, rusaknya tanaman hingga kerusakan sejumlah rumah di daerah itu. [Mohamad Deny Irawan/Rus]





















