pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 26 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Peran Ormas Islam Bagi Indonesia

Pidato Prof Dr Din Syamsuddin pada Konferensi Pembaruan Pemikiran Islam Al-Azhar, Kairo, 27-29/1-2020:

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
1 February 2020
in Dunia
0
Peran Ormas Islam Bagi Indonesia

Jakarta, Gontornews — Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin menghadiri konferensi Internasional tentang pembaharuan pemikiran Islam yang digelar Al-Azhar di Kairo, Mesir pada 27-28 Januari 2020.

Din Syamsuddin yang mendapat giliran bicara pada sesi pertama dalam ceramahnya menjelaskan tentang Peran Ormas Islam dalam Pembaruan Pemikiran Islam untuk Pembangunan Nasional di Indonesia.

Menurutnya, konferensi ini penting dan tepat waktu, karena diselenggarakan di tengah “kerusakan global akumulatif” yang melanda dunia dan merusak peradaban umat manusia.

Kerusakan akumulatif tersebut bersumber pada sistem dunia yang berpangkal pada paham sekuler-liberal. Sekularisme-liberalisme ini telah mendorong liberalisasi ekonomi, politik, dan budaya.

BACA JUGA

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

BAZNAS Bersama Jamiyah Singapore Jajaki Sinergi Pemberdayaan Berbasis Kopi Mustahik

BAZNAS dan UNISSA Brunei Darussalam Bangun Kolaborasi Riset Zakat

Sebagai penganut agama kemajuan dan jalan tengah, umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan perubahan dan perbaikan, yakni dengan mengajukan “peradaban alternatif”.

Umat Islam di Indonesia telah mengambil porsi tanggungjawab dengan partisiapasi aktif dalam pembangunan nasional melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik masyarakat madani maupun pemerintah, atas dasar kebaikan dan perbaikan.

Di Indonesia terdapat tidak kurang dari 100 organisasi Islam yang bersifat organisasi massa dengan jumlah pendukung jutaan. Mereka sejatinya merupakan gerakan kebudayaan yaitu bertujuan menguatkan landasan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Organisasi-organisasi itu melakukan pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ke pemberdayaan ekonomi.
Sebagian dari organisasi-organisasi itu sudah berdiri pada awal Abad Keduapuluh Indonesia dan karenanya lebih tua dari Negara Indonesia. Bahkan, kemerdekaan Indonesia sangat ditentukan dan diwarnai oleh pemikiran gerakan organisasi-organisasi tersebut.

Banyak tokoh Indonesia berasal dari organisasi-organisasi ini, seperti Sang Proklamator Sukarno dan Jenderal Sudirman, Pendiri TNI, berasal dari Muhammadiyah, atau salah seorang perumus Konstitusi Indonesia KH. A. Wahid Hasyim dari Nahdhatul Ulama, dan Guru dari banyak Tokoh Indonesia Cokroaminoto dari Syarikat Islam.

Itulah yang mempengaruhi arsitektur Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila sangat memiliki celupan (shibghah) Islamiyah dan bersifat wasathiyah. Pancasila mengandung nilai-nilai keislaman. Bahkan Grand Syaikh Al-Azhar dalam Pidato Kuncinya pada Pembukaan Pertemuan Puncak Ulama dan Cendekiawan Muslim Sedunia tentang Wasathiyat Islam, di Bogor, 2018 menyatakan Pancasila adalah Islami.

Memang kalau dibedah sila demi sila dari Pancasila merupakan nilai-nilai Islam. Begitu pula Konstitusi Negara Indonesia, UUD 1945 merupakan kristalisasi dari nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem Pemerintahan yang bersifat presidensil dengan lembaga-lembaga negara seperti MPR dan DPR dapat dikatakan sebagai manifestasi pemikiran politik Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam konteks Indonesia.

Paradigma politik Sunni menekankan sentralitas Ahlul Imamah (kepala negara), pentingnya Ahlul Ikhtiyar (para pemilih), dan Ahlul Halli wal ‘Aqdi (para wakil rakyat) serta perlu adanya bay’ah wal-mubaya’ah (pemberian mandat kepada yang terpilih). Selain itu, sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia, yang bukan kapitalisme dan bukan sosialisme, tapi adalah sistem ekonomi dengan prinsip kekeluargaan, mencerminkan prinsip Jalan Tengah dan mengedepankan prinsip kegotongroyongan (ta’awun) yang diajarkan dalam Islam.

Begitu pula sumber daya alam harus dikuasai negara (tidak diserahkan kepada mekanisme pasar bebas) merupakan pengamalan dari hadits bahwa air, api, dan rumput tidak diserahkan kepada orang banyak. Masih banyak hal lain yang bisa diangkat sebagai refleksi ajaran Islam.

Termasuk, dalam hal ini, Motto Bangsa “Bhineka Tunggal Ika”, satu walau berbeda, beragama tapi satu adanya, merupakan ajaran Islam tentang perlunya persaudaraan kebangsaan dan persaudaraan kemanusiaan.

Inilah Islam dan Umat Islam di Indonesia. Sebagai bagian terbesar dari rakyat Indonesia (88% dari sekitar 260 juta penduduk), Umat Islam telah berperan besar dalam perjuangan menegakkan kemerdekaan Indonesia. Maka umat Islam memiliki tanggung jawab yang besar pula akan kemajuan Indonesia.

Walaupun demikian, para pendiri Negara Indonesia tidak memilih status negara teokratis tapi tidak pula memilih bentuk negara sekuler. Relasi antara agama dan negara dalam Negara Pancasila bersifat simbiotik mutualistik.

Walaupun bukan negara agama, tapi negara menghormati agama dan memberi kebebasan kepada warga negara untuk beragama dan beribadat menurut agamanya. Formula demikian dapat dibandingkan dengan formula ulama Sunni, seperti Al-Gazali, yang mengatakan bahwa agama dan negara adalah bersaudara kembar.

Inilah prinsip wasathiyat Islam yang ada dalam rancang bangun negara di Indonesia. Maka bagi organisasi Islam, seperti Nahdhatul Ulama, negara Negara Pancasila adalah bentuk ideal dan final bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Organisasi Islam lain, yaitu Muhammadiyah, menilai Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi was Syahadah.

Dalam perspestif demikian, organisasi-organisasi Islam di Indonesia terus berjuang untuk mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan cita-cita pembentukannya, yaitu Indonesia yang bersatu, adil dan makmur, serta berdaulat. Oleh sementara organisasi Islam, negara demikian adalah “baldatun thoyyibatun wa Robbun ghafur”, dan ada yang membandingkannya dengan “al-madinat al-fadhilah” seperti yang digagas oleh Al-Farabi.

Memang organisasi-organisasi Islam di Indonesia adalah bentuk dari masyarakat madani yang bergerak dan berorientasi pada penguatan landasan budaya dalam kehidupan masyarakat. Mereka membangun sekolah, universitas, rumah sakit, panti asuhan, baitul mal wat tamwil, sampai kepada perusahaan dan lembaga informasi. Muhammadiyah yang lahir pada 1912, umpamanya, memiliki 14rb sekolah dari ibtidaiyah sampai aliyah, 170 universitas dan perguruan tinggi, 480 rumah sakit dan klinik, 300 panti asuhan, 350 baitut tamwil, dan beberapa unit usaha.

Dengan dukungan 35 juta anggota, Muhammadiyah menjadi kekuatan masyarakat madani yang efektif dan berpengaruh. Tanpa harus menjadi partai politik Muhammadiyah memiliki political leverage tinggi. Politik yang dilakukan bukan politik kekuasaan (power politics) tapi politik moral (moral politica). Maka secara relatif tidak ada ketegangan antara Muhammadiyah dengan pemerintah, karena keduanya saling membutuhkan.

Muhammadiyah, sebagai organisasi masyarakat madani, menerapkan sikap loyal kritis terhadap negara. Loyal dalam arti menerima pemerintahan yang sah, namun kritis untuk perbaikan. Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah mengembangkan paham keagamaan yang menyandarkan diri pada al-Qur’an was Sunnah al-Maqbulah yang dapat disebut adanya at-Tawazun baynat tajrid wat tajdid (Keseimbangan antara Pemurnian dan Pembaruan).

Namun Muhammadiyah meletakkan masing-masing pada proporsinya, yakni at-tajrid fil ‘aqidah wal ‘ibadatil mahdhah wat tajdid fil mu’amalat wal umurid dunyawiyah. Selain itu, seperti pengajaran pertama pendirinya, Ahmad Dahlan, dua surat pendek dalam al-Qur’an yaitu al-Maun dan al-‘Ashr, Muhammadiyah mengembangkan diri menjadi gerakan praksis (yang memadukan antara ide dan aksi).

Kedua surat tadi membawa nilai-nilai keutamaan, seperti pembelaan terhadap fakir-miskin dan yatim piatu, ibadat yang fungsional, penghargaan akan waktu, produktifitas, dan kemajuan. Nilai-nilai inilah yang mengkristal pada Wawasan Muhammadiyah tentang Islam Berkemajuan.

Bagi Muhammadiyah wawasan inilah yang akan dapat membawa umat Islam sebagai umat utama (khaira ummah). Sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah memilih pendekatan dakwah pencerahan (tanwiriyah), yang dipahaminya mempunyai tiga gradasi: Pembebasan (tahrir), Pemberdayaan (taqdir), dan pemajuan (tathwir). Dakwah pencerahan ini dilakukan Muhammadiyah dengan mementingkan perencanaan strategis dan pengelolaan yang baik (husnu al-tadbir).

Bagi Muhammadiyah, Islam adalah agama kemajuan, maka perlu ada pemikiran baru dan maju yang sesuai dengan dinamika dimensi ruang dan waktu. Ini semua dapat terjadi jika keberagamaan dapat mengambil bentuk etikal, yakni mengkristalkan nilai-nilai etika keagamaan dalam diri.

Untuk itu Muhammadiyah mengedepankan etika keislaman utama antara lain: 1. Berorientasi pada kerja (action oriented), 2. Berorientasi pada kualitas kerja (quality oriented), 3. Berorientasi pada tujuan (future oriented), dan 3. Berorientasi pada kemajuan dan keunggulan.

Pendiri Muhammadiyah, Syaikh Ahmad Dahlan, dalam pengajaran pertamanya menekankan pentingnya pesan dua surat pendek dalam Al-Qur’an yaitu Al-Ma’un dan Al-‘Ashr. Keduanya membawa nilai-nilai kemajuan yaitu: Solidaritas terhadap dhuafa dan mustadh’afin, menebar maslahat bagi kemanusiaan, penghargaan akan waktu, produktifitas, dan kedisiplinan. Hanya dengan etika demikian umat Islam akan dapat menampilkan kemajuan peradaban Islam.

Apa yang dilakukan oleh organisasi Islam di Indonesia, pada sisi lain, adalah aktualisasi dari prinsip-prinsip Wasathiyat Islam, yakni I’tidal, Tawazun, Tasamuh, Syura, Islah, Qudwah, dan Muwathanah (Pesan Bogor, hasil dari Pertemuan Ulama dan Cendekiawan Muslim Sedunia tentang Wasathiyat Islam, di Bogor, 1-3 Mei 2018, dihadiri oleh Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thoyyib bin Thoyyib yang menyampaikan Pidato Kunci).

Secara khusus, muwathanah sebagai elemen penting dari wasathiyat Islam adalah bentuk penunaian kewajiban dan tanggung jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Peran demikian diselenggarakan atas prinsip hubbul wathan minal iman, dan organisasi Islam di Indonesia memiliki watak sejati sebagai khadimul ummah wa shadiqul hukumah.

Wawasan Kebangsaan dan Kenegaraan Indonesia merupakan ijtihad para pendiri bangsa termasuk para tokoh Islam yang sangat kuat dipengaruhi oleh pemikiran politik Islam. Ijtihad itu mengambil posisi Jalan Tengah yang menekankan adanya simbiosisme mutualistik antara agama dan negara.

Paradigma ini berbeda dengan paradigma integralisme yang memandang agama dan negara menyatu, atau paradigma sekularisme yang memisahkan agama dan negara. Ijtihad Indonesiawi demikian dipandang sesuai latar masyarakat majemuk, namun Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas merupakan warna dominan dari kebudayaan nasional.[]

Tags: IndonesiaIslamWasathiyah
Share975Tweet609Send
Previous Post

UAS Dapat Gelar Profesor dari Brunei

Next Post

Jepang Konfirmasi 3 Warga Terinfeksi Virus Korona

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

0
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result