Seoul, Gontornews — Sedikitnya 149 orang tewas dan 150 lainnya luka-luka saat mereka berdesakan di jalan sempit dalam perayaan Halloween di ibukota Korea Selatan, Seoul, Sabtu (29/10) malam.
Choi Seong-beom, kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul, sebagaimana dirilis Arabnews.com, mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat karena banyak korban dalam kondisi kritis setelah berdesakan di distrik rekreasi Itaewon.
Dia mengatakan, 74 orang tewas telah dikirim ke rumah sakit, sementara 46 mayat lainnya diangkut ke pusat kesehatan terdekat untuk diidentifikasi.
Para pejabat mengatakan orang-orang tergencet sampai mati setelah kerumunan besar mulai mendorong mereka di gang sempit dekat Hamilton Hotel, tempat pesta Halloween berlangsung di Seoul.
Lebih dari 800 relawan dan petugas kepolisian dari seluruh negeri, termasuk semua personel yang tersedia di Seoul, dikerahkan ke jalan-jalan untuk merawat yang terluka.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional secara terpisah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejabat masih berusaha menentukan jumlah pasti korban yang terluka parah.
Tayangan TV dan foto menunjukkan kendaraan ambulans berbaris di jalan-jalan di tengah kehadiran polisi yang padat dan para relawan kemanusiaan memindahkan yang terluka dengan tandu. Mereka terlihat memberikan bantuan pernafasan (CPR) pada orang-orang yang tergeletak di jalanan.
Di bagian lain, paramedis terlihat memeriksa keadaan belasan orang yang terbaring tak bergerak di bawah selimut biru.
Polisi, yang membatasi lalu lintas di daerah terdekat untuk mempercepat evakuasi yang terluka ke rumah sakit di seluruh kota, juga mengonfirmasi bahwa puluhan orang memperoleh CPR di jalan-jalan Itaewon. Pemerintah Metropolitan Seoul mengeluarkan pesan teks darurat yang mendesak orang-orang di daerah itu untuk segera pulang ke rumah.
Beberapa laporan media lokal sebelumnya mengatakan kepadatan kerumunan terjadi setelah banyak orang bergegas ke bar Itaewon setelah mendengar seorang selebriti berkunjung ke sana.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta para pejabat untuk memastikan perawatan cepat bagi mereka yang terluka dan meninjau keamanan lokasi perayaan. Dia juga menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk segera mengerahkan tim bantuan medis bencana dan menyediakan tempat tidur di rumah sakit terdekat untuk merawat yang terluka.
Media lokal mengatakan sekitar 100.000 orang berbondong-bondong ke jalan-jalan Itaewon untuk perayaan Halloween, yang terbesar sejak awal pandemi setelah pelonggaran pembatasan COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir.[]





















