Jakarta, Gontornews — Hidayatullah melalui lembaga Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) menjalin kerjasama dengan Interactive Dakwah and Tarbiyah Association (IDT) Malaysia, Kamis, 8 Desember 2022. Kedua lembaga sepakat untuk bekerjasama dalam dakwah serta program pertukaran dan pelatihan dai, baik di Indonesia maupun Malaysia.
Pendiri IDT Malaysia, Lim Jooi Soon, menjelaskan bahwa kerjasama ini akan semakin mengukuhkan akidah dan jatidiri Muslim, menjadi media silaturahim, memperkuat ukhuwah islamiyah, meneguhkan jalinan pertukaran informasi serta memperkuat jaringan dakwah antarorganisasi.
Pertemuan yang ditandai dengan penandatanganan Protokol Kerjasama Dakwah ini dihadiri langsung oleh Lim Jooi Soon, Ketua Posdai Ustadz Samani Harjo dan disaksikan langsung oleh Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah Shohibul Anwar.
Sebagai informasi, pertemuan ini juga dilaksanakan di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah 2023 di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis, 8 Desember 2022.
Kedua lembaga juga bersepakat untuk bekerjasama menjalankan metode-metode dan pelaksanaan dakwah kepada warga Tionghoa Non-Muslim serta dakwah di wilayah perbatasan, pedalaman dan terpencil.
Sementara itu, Ketua Posdai Pusat Ustadz Samani Harjo menyambut baik penandatanganan Protokol Kerjasama Dakwah ini dan berharap jalinan kerjasama ini semakin memantapkan gerakan dakwah antara kedua negara.
Dia mengatakan, pihaknya saat ini menyelenggarakan Sekolah Dai yang bertugas mendidik dan mempersiapkan sumberdaya dai yang akan dikirim berdakwah ke berbagai penjuru negeri. Dengan kerjasama ini pula, ia berharap, sumberdaya dai semakin baik lagi.
βSantri-santri Sekolah Dai akan kita kirim ke Malaysia,” kata Ustadz Samani sebagaimana dilansir laman posdai.or.id.
Kehadiran Lim Jooi Soon kali ini sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Hidayatullah Global Forum yang bertajuk “Reaching Out to the Chinese”. Murid Sheikh Ahmad Deedat yang juga dikenal sebagai pendakwah internasional dengan pengalaman lebih dari 26 tahun ini berkenan untuk memaparkan berbagai isu berkenaan dengan dakwah antarbangsa. [Mohamad Deny Irawan]


















