New Delhi, Gontornews – Kali pertama, Pemerintahan India di bawah Kekuasaan Perdana Menteri Narendra Modi, tidak terdapat satu pun Anggota Parlemen Beragama Islam. Hal itu terjadi usai Menteri Urusan Minoritas Mukhtar Abbas Naqvi, satu-satunya Menteri Muslim mengundurkan diri dari jabatannya, Rabu (6//7).
Dikutip dari laman Aljazeera, pengunduran diri Naqvi terjadi ketika partai berkuasa, Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Modi menghadapi banyak tuduhan penganiayaan komunitas minoritas, khususnya Muslim sejak tahun 2014 lalu dan saat ini posisi Naqvi telah digantikan oleh Aktris yang berubah profesi menjadi politikus, Smriti Irani (46).
Pengunduran diri Naqva membuat para ahli menyimpulkan bahwa tidak adanya perwakilan Muslim di jajaran terpilih BJP bertentangan dengan slogan partai yang sering diulang: “Sabka saath, sabka vikas” (Harmoni dan pertumbuhan inklusif untuk semua).
Dari data yang ada, secara signifikan Partai yang mengklaim Partai terbesar di Dunia ini tidak sama sekali memiliki Anggota Parlemen Muslim (MLA) yaitu di 18 dari 28 negara bagian yang dikuasai partai tersebut.
Jurnalis sekaligus Analis Politik India, Arati R Jerath mengatakan bahwa BJP secara historis memiliki kehadiran Muslim yang nyata tetapi hal itu tidak lagi terjadi sejauh menyangkut jabatan eksekutif. Padahal India merupakan negara dengan Muslim terbanyak setelah Indonesia dan Pakistan yaitu sebanyak lebih dari 200 juta orang.
“Ini adalah sesuatu yang baru dan tidak biasa. Mereka bahkan tidak memiliki wajah Muslim lagi. Saya kira itu menunjukkan bagaimana BJP telah berubah sekarang di bawah Modi dan Menteri Dalam Negeri federal Amit Shah,” katanya.
Dalam pemilihan nasional 2014 lalu, BJP menerjunkan sebanyak tujuh Muslim tetapi tidak satupun dari mereka menang meskipun ada dukungan luar biasa untuk Modi di antara para pemilih tahun itu. Kemudian dalam jajak pendapat 2019 di mana Modi kembali berkuasa dengan mayoritas yang lebih besar, BJP menerjunkan enam kandidat Muslim tetapi mereka kembali kalah.
Dalam pemilihan Majelis India yang berlangsung awal Tahun ini, BJP kembali mengulang strareginya dengan tidak menurunkan satu pun anggota muslim dalam pemilihan Majelis. Termasuk dalam jajak pendapat negara bagian Manipur dan Uttarakhand, partai itu juga melakukan hal yang sama.
Sementara itu, Rahul Verma, seorang rekan di Pusat Penelitian Kebijakan yang berbasis di New Delhi, mengatakan tidak memiliki anggota parlemen Muslim atau MLA tidak mungkin merusak prospek pemilihan BJP.
“Tetapi partai tidak boleh minggir atau menertawakan fakta ini. Masalah optik dan reputasi dalam politik dan BJP sebagai partai dominan secara nasional harus menemukan cara untuk memiliki representasi Muslim di organisasi, cabang legislatif, dan posisi menteri,” katanya.[]



















