Jeddah, Gontornews — Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan pada hari Ahad (4/9) bahwa jumlah kasus COVID-19 kritis di Arab Saudi telah turun 7,6 persen.
Saat ini di negara itu ada 955 kasus dalam kondisi kritis. Sedangkan kasus aktif berjumlah 10.027. Mereka dalam perawatan medis. Pada hari Ahad, ada 390 kasus baru yang dikonfirmasi, sehingga total kasus yang dikonfirmasi selama pandemi menjadi 336.387.
Selanjutnya 511 pasien sembuh dari penyakit tersebut, sehingga total kesembuhan menjadi 321.485. Korban tewas mencapai 4.875 termasuk 25 kematian pada hari Ahad.
Sementara itu, Jurubicara Kementerian Kesehatan Saudi Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly menyarankan para jamaah umrah untuk melakukan vaksin penyakit musiman, terutama untuk flu.
Vaksinasi flu ditawarkan di pusat kesehatan Kerajaan, dan aman untuk semua orang kecuali untuk orang yang alergi telur dan bayi di bawah enam bulan.
Al-Aly juga mengimbau para peziarah untuk menghindari berbagi barang pribadi dengan orang lain dan berkomitmen untuk tindakan pencegahan.
Pada konferensi pers hari Ahad, dia mengatakan rata-rata periode pemulihan COVID-19 ialah 13 hari, tiga di antaranya bebas gejala. Inilah mengapa periode dua minggu diperlukan untuk menyelesaikan pemulihan penuh, tambahnya.
Ia mengatakan, orang yang sudah sembuh dari COVID-19 tetap harus mengikuti tindakan preventif karena masih bisa mengalami komplikasi dan menularkan virus. Al-Aly juga menyampaikan keprihatinan atas sejumlah kasus akibat perayaan Hari Nasional Saudi. “Syukurlah tidak banyak kasus dan tidak berpengaruh pada kurva,” katanya.
Kementerian Kesehatan telah melakukan 6.678.019 uji reaksi berantai polimerase (swab) sejak pandemi dimulai, dengan 39.340 diselesaikan dalam 24 jam terakhir. []




















