Depok, Gontornews — Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok pada Ahad (23/11/2025) mengadakan deklarasi pesantren tanggap isu kekerasan dan pelecehan seksual. Acara itu pun turut dibalut dengan kegiatan Seminar Antipelecehan Seksual guna menumbuhkan kesadaran dan menciptakan ruang aman bagi siapa saja.
“Pesantren mungkin tidak bisa menjamin zero kasus, tapi bisa berkomitmen tanggap kasus,” ungkap KH M Yusron Shidqi Lc MA, Pengasuh Pesantren Al-Hikam kepada Gontornews.com. Saya merasa, lanjutnya, bahwa pesantren tidak boleh ‘denial’ terhadap isu-isu yang memang sedang menerpa pesantren, tapi harus menguatkan komitmen.
Berikut kutipan surat resmi deklarasi yang dikeluarkan Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok pada Ahad (23/11/2025):
Deklarasi Komitmen Pesantren Aman dari Pelecehan Seksual
Dalam rangka mewujudkan pesantren yang menjadi tempat yang aman bagi setiap individu kami, pimpinan, tenaga pendidik, santri, dan seluruh elemen Pesantren Al-Hikam Depok, dengan penuh kesadaran dan komitmen:
- Mencegah segala bentuk pelecehan seksual, baik fisik, verbal, maupun non-verbal, dan memastikan bahwa setiap kejadian pelecehan seksual akan ditindaklanjuti secara serius sesuai dengan hukum yang berlaku dan norma pesantren.
- Menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan mengedepankan nilai-nilai luhur agama.
- Menjamin adanya saluran pengaduan yang aman dan terbuka bagi siapa saja yang merasa menjadi korban atau saksi pelecehan seksual, serta memastikan penanganan kasus dilakukan dengan transparansi, tanpa intimidasi, dan dengan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
- Berkomitmen untuk menegakkan disiplin yang tegas terhadap pelaku pelecehan seksual, baik dari kalangan santri, tenaga pendidik, maupun staf pesantren, dengan tindakan yang sesuai dengan kebijakan internal dan peraturan yang berlaku.
- Mengajak seluruh warga pesantren untuk berperan aktif dalam mewujudkan pesantren yang aman, dengan saling menjaga, saling mengingatkan, dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan atau pelecehan seksual.
KH Yusron pun menegaskan bahwa Pesantren Al-Hikam Depok berinisiasi untuk berkomitmen menciptakan ruang aman antipelecehan. Sebagaimana pelecehan ini tidak kita inginkan terjadi pada orang-orang terdekat kita, maka jangan kita lakukan itu pada orang lain.
Sayangi orang lain sebagaimana kita menyayangi keluarga kita. Kalau kita tidak berbuat adil pada orang lain, tidak menutup kemungkinan ketidakeadilan itu terjadi juga pada kita. “Kita sama rata, sama rasa, tidak ada perbedaan di mata hukum,” tutup alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2005 itu. [Edithya Miranti]




















