Depok, Gontornews — Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok mengikuti kegiatan Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gel 4 TW I TA 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu – Ahad, 14–15 Februari 2026, di KRI Teluk Kupang – 519.
“Ini bagian pendidikan dan juga syiar pesantren. Jadi tunjukkan identitas kalian sebagai santri, baik dalam sikap, akhlak dan juga perilaku. Kegiatan ini menjadi momentum pembelajaran bagi kalian untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa di luar kelas. Selamat bertugas dan jadikan kegiatan ini untuk belajar dan mencari pengalaman yang seluas-luasnya,” ujar Pimpinan Pesantren Leadership Primago, Ustadz Kresna Eka Raharja SThI MSos, dalam sambutan pelepasan kontingen Primago.
Ia menuturkan, kegiatan ini diisi dengan materi-materi yang sangat positif, di antaranya PBB/PPM, bela negara, wawasan kebangsaan, pembinaan karakter disiplin dan kepemimpinan, penanaman nilai cinta tanah air, dan integritas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara, serta membangun karakter generasi muda yang tangguh, unggul, dan berintegritas,” ujarnya sembari menyebutkan kegiatan ini ditangani langsung oleh Personel TNI AL Kodaeral III.
Sementara itu Ustadzah Faizah Balqis selaku pendamping kegiatan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan meliputi pembelajaran di kelas dan lapangan, diskusi, tatap muka, serta praktik lapangan. “Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya.
Delegasi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago untuk kegiatan Persami itu berjumlah tujuh peserta dan pendamping. Mereka yaitu Kavaka Robbissilmi Putrazar (Kelas X), Arbiansyah Fajar Pratama (Kelas X), Erwan Nur Maulid Herdiana (Kelas XI), M Nur Rahman Ramadhan (Kelas XII), Safwah Khaalishah (Kelas X), Zulfa Nooraini (Kelas XI), serta Ustadzah Faizah Balqis.
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menerapkan model pendidikan modern dengan fokus pada penguatan karakter dan jiwa kepemimpinan, yang memadukan tiga kurikulum sekaligus, yakni Kurikulum Gontor, Al-Azhar Kairo, dan Diknas, yang memberikan keseimbangan antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umum. []





















