Bogor, Gontornews – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, Dr Rukiat MAg, mengapresiasi prestasi Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang. “Bapak-bapak dan Ibu-ibu sangat tidak salah memasukkan anak-anak ke Insantama,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara “Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-17” di Masjid Al Haris Kompleks SIT Insantama Leuwiliang, Kamis (12/2/2026).
Sebanyak 27 siswa — 15 putra dan 12 putri—mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-17. Mereka mengikuti acara ini karena sudah dinyatakan lulus program Tahsin Qur’an metode Qiroati. “Saya sudah dua kali menghadiri acara Khotmul ini. Insantama konsisten mendidik anak-anak dengan Qur’an. Ini capaian yang luar biasa,” papar Rukiat.
Lebih lanjut ia mengatakan anak-anak yang berprestasi ini in syaa Allah akan menyelamatkan kedua orangtuanya kelak di hari kiamat. “Anak-anak ini sudah ‘menabung’ untuk penyelamatkan kedua orangtuanya di akhirat kelak.”
Rukiat lalu mengutip hasil penelitian di Universitas Kairo, Mesir, yang menyebutkan bahwa membaca Al-Qur’an itu mencerdaskan. Memanjangkan memori. “Al-Qur’an itu nutrisi buat kita,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip ayat 82 surat Al-Isra’ yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Menurutnya, para pembaca dan penghafal Qur’an atau ahli Qur’an itu merupakan keluarga Allah. Sebaliknya, mereka yang malas atau tidak mau membaca Qur’an digolongkan sebagai orang yang menzalimi diri sendiri. “Dan sungguh merugi orang yang menzalimi diri sendiri,” ujar Rukiat di depan para siswa, orang tua/wali murid, dewan guru, dan para undangan.
Tidak hanya mencerdaskan dan memanjangkan memori, Al-Qur’an juga menyehatkan badan. Sebab Al-Qur’an itu merupakan obat (syifa’).
Karena itu, menurutnya, sangat beruntung anak-anak yang memperoleh pendidikan dengan basis Al-Qur’an. []



















