Depok, Gontornews — Memanasnya isu pelecehan seksual yang kerap membayangi lembaga pendidikan, terus menjadi bahan pembahasan di berbagai kalangan. Menyikapi hal tersebut, Pesantren Al-Hikam Depok berinisiasi untuk berkomitmen menciptakan ruang aman antipelecehan kepada para santri, guru, dan seluruh jajarannya.
Kegiatan Seminar Antipelecehan Seksual yang digelar pada Ahad (23/11/2025) lalu, masih menyimpan banyak pembelajaran yang penting untuk diketahui, seperti fondasi akhlak dan kehormatan manusia dalam Islam yang diurai oleh Dr Ali Fitriana Rahmat MAg.
Dalam press release, Dr Ali, salah seorang pembicara, menguraikan bahwa akal berfungsi sebagai kendali moral seseorang. “Akal itu tali kendali manusia,” ujarnya, mengutip Imam Al-Ghazali. “Orang yang tidak dapat menghormati orang lain, maka dia tidak terhormat,” tegas Dosen di Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok itu.
Dr Ali juga mengutip pesan Abah KH Hasyim Muzadi yang mengatakan, ”Malu adalah jimat.” Ia menekankan tentang pentingnya dhawuh Abah tersebut dalam menjaga martabat diri serta mendorong empati pada sesama.
Melalui kajian al-Qur’an dan kisah para nabi, ia menyampaikan bahwa pelecehan seksual dapat menimpa baik laki-laki maupun perempuan dan bentuknya bisa verbal, fisik, hingga visual.
Dr Ali lantas menutup pemaparannya dengan analogi tiga tingkat kesadaran manusia. Pertama, sadar dengan sendirinya. Kedua, sadar dengan harus diingatkan. Ketiga, tidak akan sadar meskipun diingatkan, sembari berharap seminar ini dapat ‘mengalirkan air’ kesadaran bagi semua peserta.
Sebagai penutup, KH M Yusron Shidqi Lc MA, selaku Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok menegaskan bahwa Pesantren Al-Hikam tidak defensif terhadap isu ini, melainkan siap berkomitmen untuk menciptakan ruang aman.
“Tidak perlu memberikan slogan muluk-muluk. Mulai dari berkomitmen pada diri sendiri,” tutur putra KH Hasyim Muzadi tersebut.
Seminar ini menegaskan bahwa pelecehan seksual adalah isu nyata dan dekat dengan lingkungan pesantren. Kesadaran, literasi, dan empati harus menjadi benteng utama pencegahan.
Pesantren Al-Hikam juga berkomitmen membangun budaya aman yang menolak segala bentuk kekerasan seksual. Melalui peran aktif seluruh santri dan pengurus, pesantren diharapkan menjadi ruang aman untuk semua, tanpa terkecuali. [Edithya Miranti]





















