Ponorogo, Gontornews — Sekitar 68 santri dan 12 guru pendamping Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengikuti kegiatan Science Adventure 2025 di Eco Active Park Malang. Staf Laboratorium PMDG, Ibrahim Hidayatullah, menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan rasa ingin tahu santri terhadap penerapan sains dalam pelestarian lingkungan.
“Mengajarkan santri untuk mengaplikasikan praktik ramah lingkungan di pondok, seperti pengolahan sampah, budidaya jamur dan lainnya,” ungkap Ibrahim kepada Gontornews.com.
Ibrahim menambahkan, kegiatan Science Adventure 2025 juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para santri tentang pentingnya menjaga lingkungan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membentuk sikap peduli terhadap lingkungan dan mendorong keterlibatan aktif para santri dalam menjaga kelestarian alam.
Pada hari pertama, rombongan santri berangkat dari PMDG Kampus Pusat pada Selasa (7/10/2025) menuju PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat Kediri. Mereka belajar seputar pengelolaan Pabrik Susu Murni mulai dari pembiakan sapi perah, perawatan hingga pengolahan susu murni siap distribusi. Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan pertemuan dengan rekan sejawat yang berada di Laboratorium Sains PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat Kediri.
“Rombongan juga mendapat sambutan hangat dari Wakil Pimpinan PMDG Kampus 3, Al-Ustadz Heru Wahyudi SAg, MPd yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis riset dan eksplorasi lapangan,” ungkap keterangan Humas PMDG di laman resminya.
Keesokan harinya, 8 Oktober 2025, rombongan santri melanjutkan perjalanan menuju Eco Green Park Malang: Taman Ekosistem Terbesar di Indonesia. Taman Ekosistem yang mereka kunjungi, di antaranya: Taman Edukasi Biogas dengan titik tuju mempelajari pemanfaatan limbah organik; Taman Edukasi Biokompos dan; Taman Edukasi Jamur Tiram yang memperkenalkan proses daur ulang alami.
Para peserta juga mengunjungi wahana Insectarium, tempat dikoleksinya ribuan spesies serangga untuk tujuan penelitian. “Mereka berkesempatan untuk mengamati keragaman serangga dari berbagai belahan dunia serta memahami peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem,” tambah keterangan Humas PMDG.
Terakhir, Direktur KMI PMDG KH Masyhudi Soebari, berpesan agar para santri belajar secara maksimal dari kegiatan Adventure Science 2025. “Para santri diharapkan mampu mencatat dan menuliskan secara teoritis hasil praktikum yang diperoleh lapangan. Para peserta juga diharapkan mempratikkan kembali dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor,” tutup Ibrahim menyampaikan arahan dari Direktur KMI PMDG. [Mohamad Deny Irawan]






















