Kolombo, Gontornews — Pelaksana tugas (Plt) Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, Senin (18/7/2022), memastikan pemberian serta pendistribusian bantuan pemerintah kepada masyarakat di tengah krisis ekonomi. Wickremesinghe juga memastikan pemerintah akan mulai mendistribusikan bahan bakar kepada warga mulai 21 Juli 2022 mendatang.
Dalam sebuah pernyataan, Wickremesinghe menjelaskan bahwa sejak ia menjabat sebagai Perdana Menteri 13 Mei 2022 silam, situasi ekonomi telah runtuh. Tidak hanya itu, masyarakat pun terpaksa merasakan pemadaman listrik 5 jam setiap hari. Dua bulan setelahnya, situasi berangsur pulih. Kini masyarakat ‘hanya’ merasakan pemadaman listrik 3 jam saja setiap hari. Pemerintah juga telah memberikan pupuk kepada petani dan kurangnya pasokan gas dalam negeri telah teratasi.
Yang terbaru, Wickremesinghe menyatakan pemerintah akan segera keluar dari periode sulit terkait dengan ketersediaan pasokan bahan bakar. Meski demikian, Wickremesinghe menjelaskan bahwa pendistribusian bahan bakar akan mulai pada 21 Jul mendatang.
Colombo Page melaporkan pemerintah telah menyelesaikan tahapan negosiasi dengan lembaga moneter internasional, IMF. Termasuk negosiasi untuk memperoleh bantuan asing juga terus berlangsung.
Wickremesinghe menambahkan bahwa ada unsur-unsur dalam masyarakat yang hendak mengganggu perdamaian nasional. Ia pun menjelaskan bahwa unsur-unsur tersebut seolah melarang kemajuan negara. Wickremesinghe menyatakan pemerintah akan menggandeng para demonstran untuk mencari solusi untuk kepentingan nasional.
Secara khusus, ia meminta partai politik mengesampingkan perbedaan mereka dan tidak membiarkan negara menderita karena perbedaan antar individu. Karenanya, ia menghimbau partai-partai untuk bersatu untuk membentuk pemerintahan dari semua partai yang memungkinkan negara pulih dari krisis ekonomi. [Mohamad Deny Irawan]





















