Shanghai, Gontornews — Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, mengatakan bahwa penyebaran virus korona di Wuhan telah menewaskan 80 orang serta menginfeksi 2.744 orang. Pemerintah Cina memastikan bahwa penanganan serius telah dilakukan.
Per hari Ahad (27/1) malam, jumlah kematian warga Wuhan, pusat penyebaran virus korona, telah naik dari 56 warga menjadi 76 warga.
Dalam kunjungannya ke Wuhan, PM Li berkenan untuk memeriksa penanganan wabah, berbincang dengan pasien dan staf medis.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Cina, sebagaimana dilansir Reuters, Ma Xiaowei mengatakan bahwa periode inkubasi pada pasien korona Wuhan dilaksanakan selama 1-14 hari.
Virus ini diyakini berasal dari pasar makanan laut Huanan Wholesale yang menjual satwa liar secara ilegal. Virus ini bahkan telah menyebar ke lebih dari 10 negara di dunia termasuk Prancis, Jepang dan Amerika Serikat.
Selain itu, sejumlah bandara internasional di dunia juga memperketat pantauan penumpang dan memasang pemindai suhu panas di sejumlah titik terminal kedatangan internasional.
Organisasi Kesehatan Dunia belum menyatakan bahwa wabah itu masuk kategori darurat kesehatan global meski Cina sendiri mengakui bahwa pemerintah telah menetapkan status darurat virus Korona.
Sementara itu, Hong Kong mengatakan bahwa pihaknya akan melarang warganya yang berasal dari Wuhan untuk masuk ke Hong Kong untuk 14 hari ke depan. Namun, aturan serupa tidak diterapkan sebaliknya.ย Warga Hongkong tidak dilarang untuk pergi ke Wuhan.
Pemerintah Jepang sendiri tengah mempersiapkan rencana untuk mengevakuasi warganya yang tinggal di Wuhan. Pun dengan Prancis yang bersiap mengevakuasi sekitar 800 warganya atas alasan serupa.
Gubernur Hubei, Wang Xiaodong, mengatakan bahwa pemerintah Hubei akan bertanggung jawab dalam menangani kasus penyebaran virus korona Wuhan. [Mohamad Deny Irawan]





















