Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yakoob, Selasa (1/3/2022), mengatakan pemerintah tidak akan melindungi setiap individu yang terlibat dalam kasus korupsi. PM Ismail Sabri juga memastikan tidak ada penuntutan selektif terhadap mereka yang dituduh korupsi.
Pengganti Muhyiddin Yassin tersebut juga menambahkan tidak ada politisi korup yang luput dari sistem peradilan pidana dan setiap individu yang terlibat dalam korupsi, baik dari unsur pemerintah atau oposisi, akan dibawa ke pengadilan.
Dalam prosesnya, PM Ismail Sabri menanggapi pertanyaan dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang meminta keseriusan pemerintah untuk memastikan Komisi anti korupsi Malaysia, MACC, bertindak tanpa ragu kepada siapa pun.
βJadi, orang tidak bisa berasumsi bahwa pemerintah saat ini melindungi individu-individu tertentu dan mengambil tindakan hanya terhadap orang-orang tertentu untuk memuaskan pihak-pihak tertentu,β kata Ismail Sabri sebagaimana dilansir Bernama
βKami tidak tahu apakah ada penuntutan selektif atau tidak. Tetapi, hari ini tidak ada penuntutan selektif. Itu janji kami,β tegasnya.
Ismail Sabri mencontohkan kasus pengadilan yang melibatkan perwakilan terpilih dari pemerintah dan oposisi sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam bertindak terhadap para koruptor.
βDalam hal korupsi, kami tidak melindungi siapa pun. Siapa pun yang dituduh korupsi, pengadilan akan memutuskan tindakan yang tepat,β sambung Ismail Sabri.
Sebagai informasi, mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dan wakilnya, Ahmad Zahid Hamidi, sedang menghadapi sejumlah tuduhan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran pidana hingga pencucian uang. [Mohamad Deny Irawan]




















