Islamabad, Gontornews – Perdana Menteri Pakistan terpilih, Imran Khan menegaskan akan menjual mobil anti peluru yang dimiliki oleh pejabat pemerintah Pakistan. Pernyataan ini disampaikan sesaat setelah Imran Khan secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Pakistan yang baru, Sabtu (18/8).
Menurutnya, penjualan sejumlah kendaraan anti peluru tersebut diharapkan sejalan dengan kampanye penghematan yang akan digelorakan di masa kepemimpinan Imran Khan.
“Kami telah membentuk kebiasaan hidup yang buruk dengan mengandalkan pinjaman dan bantuan dari negara lain,” kata PM Imran Khan sebagaimana dilansir reuters.
“Tidak akan ada negara yang sejahtera (jika pengelolaan negaranya) seperti ini. Sebuah negara harus mampu berdiri sendiri,” tambah Imran Khan.
Elektabilitas dan popularitas Imran Khan dalam beberapa tahun terakhir meningkat jelang hingga partai dan koalisinya memenangkan mayoritas kursi parlemen Pakistan. Khan dikenal bersih dari kasus korupsi dan didukung oleh kalangan masyarakat berusia muda dan masyarakat kelas menengah.
Meski demikian, Khan akan dihadapkan oleh ‘masalah tahunan’ Pakistan yaitu mengatasi krisis mata uang dan memperbaiki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.
Sebagai bukti, Khan akan memberikan contoh kepada masyarakat Pakistan dengan tinggal di rumah sederhana dengan tiga kamar tidur sebagai pengganti kediamannya di Istana Perdana Menteri.
“Saya ingin memberi tahu orang-orang bahwa saya akan menjalani kehidupan yang sederhana. Saya juga akan melakukan penghematan,” ungkap Khan.
Langkah lain yang tengah disiapkan Khan adalah dengan membuka ruang bagi para pengusaha Pakistan di luar negeri untuk berinvestasi di dalam negeri. Legenda kriket Pakistan itu juga berencana untuk mendesak orang kaya di Pakistan untuk mulai membayar pajak.
“Ini adalah tanggungjawab anda untuk membayar pajak,”
“Bayangkan (pajak yang anda bayarkan) ini sebagai jihad dan pikirkan bahwa anda perlu membayar pajak untuk memperbaiki negara anda,” tegas Khan.
Khan juga akan meningkatkan sektor pendidikan di Pakistan dan menargetkan 40% dari total 22,8 juta anak-anak Pakistan yang tidak sekolah melek huruf dan mampu membaca.
Khan ingin Pakistan seperti menjadi negara yang sejahtera serta menerapkan model pemerintahan ala Madinah semasa dipimpin oleh Rasulullah Saw.
“Saya akan membelanjakan uang bagi mereka yang Allah swt tidak beri kecukupan,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















