Seperti diberitakan Gontornews.com kemarin, Imran Khan dilantik sebagai Perdana Menteri Pakistan, Sabtu (18/8). Ini menyusul kemenangan partainya, Pakistan Tehreek-e-Insaaf (PTI) dalam pemilihan umum bulan lalu.
Siapa Imran Khan? Sebelum terjun di dunia politik, Khan (65) merupakan atlet olahraga kriket. Ia pernah membawa Pakistan sebagai juara dunia kriket tahun 1992.
Khan lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga etnis Pashtun yang makmur di kota Lahore, Punjab, Pakistan timur.
Dia mengenyam pendidikan di universitas elit All-boys Aitchison sebelum lulus dari Universitas Oxford pada tahun 1975 dengan gelar sarjana dalam bidang filsafat, politik, dan ekonomi.
Pada usia 18 tahun, Khan melakukan debut internasionalnya untuk tim kriket Pakistan dan segera mendapatkan reputasi sebagai seorang playboy dengan kehidupan sosialnya yang dipublikasikan dengan baik, bertempat tinggal di ibukota Inggris, London.
Sebagai kapten, pemain legendaris itu memimpin Pakistan menjuarai Piala Dunia 1992.
Segera setelah itu, dia pensiun dari kriket dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk kegiatan amal dan sosial (filantropi).
Dia mendirikan rumah sakit kanker, yang pertama di Pakistan. Rumah sakit itu diberi nama “Shaukat Khanum” . Nama sang mendiang ibunya yang wafat karena penyakit itu.
Pada tahun 2008, Khan juga mendirikan sebuah perguruan tinggi teknik swasta di distrik Mianwali pedesaan Punjab, yang dinamakan Namal College.
Khan menikah dengan Jemima Goldsmith, putri miliarder Inggris James Goldsmith, selama sembilan tahun sebelum pasangan itu berpisah.
Ia memasuki ranah politik pada tahun 1996 dengan mendirikan partai PTI dengan janji untuk memastikan “insaf” (keadilan) untuk semua.
Sebagai ketua partai, Khan memenangkan kursi pertamanya di Majelis Nasional dalam pemilihan umum 2002, bertanding dari kampung halaman leluhur ayahnya di Mianwali, Punjab.
Setelah memboikot pemilu 2008 sebagai sikap perlawanan terhadap tindak korupsi, Khan mengejutkan lawan-lawan politiknya di Islamabad dengan secara tidak terduga menggaet ratusan ribu pendukung dalam kampanye di Lahore dan Karachi pada akhir 2011.
Setelah kemenangan di tingkat provinsi pada pemilihan umum 2013, PTI memerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan bagian barat laut, selama lima tahun.
Khan telah lama menjadi pengkritik vokal mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif. Dia memimpin protes pada tahun 2014, menuntut pemerintah, yang dipimpin oleh Sharif mengundurkan diri atas dugaan kecurangan-kecurangan.
Khan mendorong Mahkamah Agung untuk memeriksa Sharif karena skandal Panama Papers, yang akhirnya menyebabkan membuat Sharif turun dari jabatannya dan masuk penjara. [Rusdiono Mukri]






















